Review Tahun 2020: Sebuah Catatan Kecil Akhir Tahun (Part 1)

Halo semuanya. Kembali lagi kita ke segmen review di blog kali ini. Namun pada review kali ini aku menampilkan sesuatu yang agak berbeda. Sambutlah ialah sebuah tahun 2020. Apa pentingnya sih tahun 2020 mesti direview segala? Bukan lain hanyalah karena aku dipaksa mengikuti tema komunitas Blogsri untuk bulan ini sebuah keisenganku membuat catatan digital, menilik balik apa saja yang telah terjadi di tahun 2020 belakang. Yaps, aku menganggap blog milikku ini sebagai buku diary yang tersimpan di awan (cloud) yang tinggi. Kenapa mesti repot-repot menulisnya di blog? Kenapa tidak di buku diary saja? Alasan pertama ialah tulisan tanganku yang sangat jelek wkwkw, sebab itulah aku membenci menulis dengan pena. Alasan yang kedua, sebagai ajang memperbanyak konten blog demi mendapatkan viewer yang lebih banyak mueheehe.

Tidak terasa tahun 2020 berlalu begitu saja. Perasaan baru saja aku bakar-bakar rumah jagung di rumah temanku ketika malam pergantian tahun 2020 yang lalu, sembari menyaksikan kembang api yang memekakkan telinga. Banyak hal-hal yang terjadi di selama setahun belakangan ini, terutama sebuah musibah yang menimpa seluruh umat manusia di muka bumi ini, yang menjadi ikonik di tahun 2020 ini. Walaupun begitu, tak sedikit pula hal-hal yang menakjubkan pun terjadi pada diriku maupun pada diri para pembaca. Oleh sebab itu, izinkan aku bercerita mengenai kilas balik kejadian-kejadian yang telah aku alami di tahun 2020.

Januari 2020

Awal tahun 2020 dikejutkan dengan isu World War 3 yang sempat trending. Aku tidak mau menceritakan tentang ini lebih dalam (karena bukan fokus bahasanku pada postingan kali ini eyak wkwk). Sebuah tahun yang digadang-gadang menjadi tahun yang buruk nan sial, harus diawali dengan berita yang tidak mengenakkan hati.

Selain muncul isu Perang Dunia 3 yang mengerikan, di bulan Januari 2020 juga adalah jadwal aku untuk maju sidang skripsi, sebuah langkah terakhir bagiku untuk menuntaskan laporan penelitian skripsiku. Malam sebelum hari H aku sidang, aku terjaga hingga larut malam dikarenakan mesti menyelesaikan laporanku yang belum usai aku tulis, belum lagi harus ngeprint laporanku tersebut sebanyak lima rangkap. Duh, aku benar-benar kelabakan pada malam itu. Segala tulisan telah aku tuntaskan, aku memutuskan untuk tidur saja, mengingat jam telah menunjukkan jam 3 pagi. Ngeprint? Ya belum lah wkwk sebuah kebiasaan buruk seorang mahasiswa yang suka menjadi deadliner.

Walau telah larut malam, masih tetap bekerja depan laptop demi mengejar deadline maju sidang besok

Tepat pada hari Rabu, 8 Januari 2020 aku bangun di waktu subuh untuk menunaikan salat subuh. Tidur semalam rasanya tidak nyenyak, karena kepikiran ada suatu hal yang belum kuselesaikan, apalagi hal tersebut menyangkut dengan antara hidup dan matiku di dunia perkuliahan eyaaak. Usai salat, aku lanjutkan ngeprint laporan skripsiku yang berjumlah 63 lembar dalam 5 rangkap. Untung nasib baik sedang berpihak kepadaku. Laptop maupun printer tidak ada yang ngadat, begitupun PLN berbaik hati untuk tidak memadamkan listrik di daerah rumahku.

Ngeprint sudah, tinggal PPT belum aku buat. Aku memutuskan untuk membuat PPT nanti saja saat sampai kampus, mengingat hari sudah pagi. Sarapan pagi, mandi, bersiap-siap, berkemas membawa segala berkas yang aku butuhkan, kemudian pamit dengan orang tua untuk berangkat ke Indralaya. Yaps, lokasi aku kuliah berada di Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir (Kalau orang sini menyebutnya dengan UNSRI Layo), sedangkan aku bertempat tinggal di Kota Palembang, tepatnya di Kecamatan Sukarami. Oleh sebab itu, aku mesti menempuh perjalanan sejauh kurang lebih 50 km, atau selama satu jam perjalanan.

Demi mengejar efisiensi waktu, dan banyaknya barang yang akan aku bawa, aku memutuskan untuk mengendarai mobil saja. Untungnya ada tetangga yang ikut nebeng ke UNSRI Layo, sehingga selama di perjalanan aku tidak kesepian. Aku lihat jam telah menunjukkan pukul 8 lewat, sedangkan jadwal sidang pada pukul 9. Wah bisa sampai tepat waktu nggak ya? Sebuah mobil Toyota Avanza lansiran tahun 2010 aku geber, melintasi Jalan Lintas Sumatera dan Tol Palindra (Palembang-Indralaya) dengan harapan bisa sampai tepat waktu.

Sesampai di kampus, aku melihat jam di ponsel yang menunjukkan jam 9 lewat. Aku pun disambut oleh mahasiswa lain yang akan ujian skripsi, namun berbeda konsentrasi denganku. "Kak, tadi dicari Pak B*** (nama disamarkan saja ya wkwk)". Masuk ke ruang jurusan dengan perasaan cemas, aku lihat para dosen-dosen pengujiku sedang asyik mengobrol di lobi jurusan. "Alamaaaak telaat", ujarku di dalam hati. Aku pun memutuskan untuk menghampiri mereka untuk bersalaman, sembari meminta maaf karena aku datang terlambat. Di saat aku menyalami dosen penguji satu per satu, mereka malah masih asyik ngerumpi. Apakah mereka marah? Ngambek dan mencuekkan aku karena aku datang telat?

Singkat cerita, ternyata mereka masih menunggu dosen penguji lain yang belum datang. Fyuh, lega rasanya, ternyata masih ada yang lebih terlambat wkwkw. Waktu luang selama menunggu dosen tersebut aku gunakan untuk menyelesaikan PPT yang belum aku edit. Yaps, tinggal edit saja, karena pada dasarnya isi materi saat aku Seminar Hasil maupun Sidang Tugas Akhir sebenarnya sama saja, namun dengan beberapa revisi. O ya FYI aja nih, ada beberapa mahasiswa lain yang juga akan ujian skripsi. Berhubung hanya aku yang dari konsentrasi Teknik Komputer & Kendali (Di jurusan Teknik Elektro dibagi menjadi 3 konsentrasi), sehingga yang maju ujian untuk konsentrasi Teknik Komputer & Kendali (selanjutnya disebut TKK saja) ya aku sendirian. Ada empat dosen penguji untuk konsentrasi TKK. Sehingga pada hari itu, keempat dosen menyempatkan waktunya untuk datang ke Indralaya hanya untuk membantai menguji aku saja. Empat dosen vs satu mahasiswa dong wkwkw.

Lumayan lama aku berada di dalam ruang ujian. Segala pertanyaan yang kritis nan menguji mental dicecarkan oleh para dosen penguji. Hasil sidangnya? Ternyata aku gagal, guys! Banyak hasil penelitian yang belum aku lampirkan ke laporanku, sehingga jadinya terkesan terburu-buru. Hilang sudah harapan mau ikut wisuda bulan Februari.

Februari 2020

Tidak ada hal yang penting terjadi di bulan ini. Hari-hariku banyak kuhabiskan untuk menuntaskan laporan skripsiku yang belum selesai. Sesekali aku menemui dosen-dosen untuk bimbingan, meminta wejangan apa saja sih yang mesti aku tambahkan agar laporan tugas akhirku lengkap dan layak untuk ikut ujian sidang. Di bulan ini pun aku masih merutinkan kegiatan gym. Ya itung-itung olahraga demi melepas stres penatnya menjadi mahasiswa tingkat akhir.

Di bulan ini juga ada kegiatan wisuda ke-146 di Universitas Sriwijaya. Ada beberapa temanku yang diwisuda di bulan ini. Tetapi aku memutuskan untuk tidak datang. Mengapa? Ya rasa sedihku akibat gagalnya ujian sidang di bulan lalu masih menyayat hati. Seharusnya aku duduk memakai toga bersama teman-temanku yang lain.

Maret 2020

Kejadian yang paling ikonik di bulan ini adalah pecahnya pandemi coronavirus di Indonesia. Awalnya hanya di daerah Jakarta, kemudian menyebar ke seluruh wilayah Indonesia. Korban-korban pun mulai banyak berjatuhan. Dampak dari pandemi ini membuat masyarakat menjadi takut kemana-mana, sekolah diliburkan, dan kampanye #dirumahaja pun digaungkan. Akibat pandemi ini juga aku secara terpaksa meliburkan kegiatan gym. Khawatir akan terjangkit virus kolorna mengingat aku ngegym di tempat umum, bercampur dengan pengguna gym lainnya.   

Bagaimana masalah skripsiku? Segala hal yang kurang secara perlahan aku selesaikan. Tidak banyak yang terjadi di bulan ini. Hari-hariku masih dipenuhi dengan skripsian, dan juga sesekali aku berangkat ke Indralaya demi menemui dosen untuk bimbingan.

April 2020

Akhirnya segala laporan skripsiku selesai, dan aku bisa mengikuti sidang skripsi jilid kedua. Mengingat wabah corona yang belum juga usai, ujian tugas akhir pada kali ini dilakukan secara online. Kali ini aku ujiannya tidak sendirian, melainkan berbarengan dengan dua adik tingkat & dua teman satu angkatan. Aku pun bersiap-siap, memakai jas layaknya kostum yang digunakan saat sidang secara tatap muka. Karena ujiannya daring dan hanya menampilkan bagian wajah saja, ya atasannya saja pakai jas. Bawahnya? Tetap pakai kolor wkwkwk.

Alhamdulillah pada sidang kali ini semuanya berjalan lancar. Tidak ada lagi kekurangan yang mengharuskan aku untuk mengulang sidang kembali. Rasa syukur terucap di bibirku karena akhirnya bisa menunaikan perkuliahanku yang terakhir di kampus kuning yang tercinta. Walaupun sidang telah selesai, tetapi masih ada satu hal yang mesti aku tuntaskan, ialah mengerjakan revisi! Dari laporan yang aku buat, ternyata kesimpulan penelitianku masih kurang jelas. Secara teori hal tersebut mudah diselesaikan. Realitanya? Tidak semudah itu. Ada tantangan lain mengapa bisa-bisanya aku membuat kesimpulan yang tidak jelas.

Pada hasil penelitianku, grafik uji punyaku itu hasilnya sangat buruk. Padahal teorinya, metode penelitian yang aku gunakan mestinya menghasilkan grafik yang bagus. Aku tidak berani mengada-ngada, mengarang sendiri kesimpulannya. Kalau kata orang Palembang disebut dengan "macak-macak". Ya iyalah, namanya juga penelitian, bukan mengarang cerpen wkwk.

Di bulan April ini juga masuknya bulan Ramadhan. Datangnya bulan Ramadhan mewajibkan seluruh orang-orang yang beriman (termasuk aku eyaak) untuk berpuasa. Bulan Ramadhan yang biasanya ramai, bocah-bocah yang biasanya berlari dan tertawa haha-hihii yang meramaikan malam-malam Ramadhan, harus dihadapi dengan kesunyian. Yaps, di Masjid Al-Hijrah dekat rumah tidak mengadakan salat tarawih berjemaah (walaupun ada beberapa oknum yang masih nekat melaksanakan salat tarawih). Sedih rasanya melihat masjid yang sepi.

Mei 2020

Revisi laporan yang simpel tersebut ternyata cukup memeningkan kepala. Aku masih bertanya-tanya ini yang salah yang bagian mana? Padahal sudah memakai codingan yang diberikan oleh dosen, tetapi hasilnya masih saja jelek. Sedih rasanya saat melihat file skripsi. Sidang tugas akhir yang seharusnya menyudahi perjuanganku mengurus skripsi, malah stuck di revisi. Bertanya kepada pak dosen, masih saja tidak mendapati klu. Rasanya ingin menyerah saja. Apakah aku harus mengambil jalan yang licik, dengan membuat data palsu? Ahh rasanya tidak etis sekali. Hari-hariku di bulan Ramadhan dipenuhi dengan ratapanku terhadap revisi skripsi yang tak kunjung selesai.

Lebaran idul fitri pun datang di bulan ini. Masih dengan kondisi yang sama, lebaran kali ini harus dirayakan dengan kesunyian. Antusias masyarakat untuk datang pagi-pagi ke masjid, harus diurungkan mengingat lagi-lagi pengurus masjid tak mau mengambil risiko untuk mengadakan salat 'ied berjemaah di masjid. Budaya bersilahturahmi ke rumah keluarga (Wong Plembang menyebutnya dengan sanjo) pun ditiadakan. Ya lagi-lagi stay at home dong. Walaupun pada hakikatnya aku dan teman-teman di komplek perumahan masih saja keliling ke rumah-rumah tetangga.

Pada hari ketiga idul fitri, sebuah keajaiban dari langit datang menghampiriku. Bagaimana tidak, aku seolah-olah menemukan titik terang untuk revisi skripsiku itu. Pada awalnya aku iseng membaca baris per baris codingan penelitianku itu. Namun ada pada satu bagian kode, aku merasa ada yang mengganjal. Setelah aku analisa lebih lanjut, ternyata beberapa baris kode tersebut ada yang salah! Sebuah kesalahan yang cukup fatal yang mengakibatkan codingan yang tidak sesuai dengan rumus perhitungan yang sesuai dengan teori. Aku perbaiki kode tersebut dengan menyesuaikan rumus yang benar. Kode telah diperbaiki, aku pun langsung merunning kode tersebut dan melakukan pengujian. Hasilnya? grafik output menjadi lebih bagus!

For your information, skripsi milikku membahas tentang jaringan syaraf tiruan menggunakan metode Elman Neural Network. Kalau kata dosen aku, setiap parameter neural network, seperti jumlah hidden layer dan nilai learning rate mesti kita uji satu per satu agar memperoleh parameter dengan hasil yang terbaik. Melakukan training dan pengujian jaringan syaraf tiruan sebenarnya membutuhkan resource komputer yang cukup besar. Sedangkan aku harus melakukan training dan pengujian dari awal akibat perubahan codingan. Efeknya? Memakan waktu yang sangat lama! Aku ingat betul, laptopku sempat tidak dimatikan selama lebih dari empat hari demi mengejar waktu melakukan training neural network  yang memakan waktu tidak sedikit.

Juni 2020

Aku yang maju sidang bulan April kemarin, memiliki target untuk wisuda di bulan Juni. Tetapi pada kenyataannya, rencanaku tersebut harus kandas dimakan angan-angan. Proses training dan uji data yang belum juga usai, belum lagi harus menuliskannya di laporan, rasanya tidak akan sempat untuk mengejar wisuda ke-148 ini. Tak apalah wisuda kali ini mundur kembali. Untuk apa terburu-buru, mengulang kesalahanku yang aku perbuat pada enam bulan yang lalu. Mending ambil sedikit waktu untuk menyempurnakan laporan skripsiku tersebut.

Di bulan ini juga adalah bulannya aku berulang tahun. Tanggalnya? Kepo ya? wkwk. Tidak ada acara seremonial khusus di ulang tahunku ini. Cukuplah satu porsi double box Piz*a H*t menjadi acara makan-makan keluarga dalam rangka "merayakan" ulang tahunku itu secara kecil-kecilan. Sejujurnya aku merasa berulang tahun itu sama saja seperti hari-hari yang biasa. Yang membedakannya adalah umur yang bertambah satu tahun. Walaupun begitu tetapi masih ada teman-teman yang memberikan ucapan selamat ulang tahun kepadaku, bahkan ada yang memberikanku kado dan kue! Wow baik hati sekali wkwkw.

Dapat kado nich hahaa

***

Untuk review tahun 2020-nya aku akhiri dulu ya. Niatnya ingin menulis sedikit saja, eh malah keasyikan nulis, jadinya panjang dong wkwk. Rasanya agak mengganjal jika aku menulisnya dengan kata-kata yang sedikit. Oleh sebab itu, supaya postingan ini tidak terlalu panjang akan aku buatkan part keduanya saja. Jangan lewatkan cerita di bulan Juli - Desember 2020-nya ya, guys. Tetap pantengin aja blog ini wkwkw. Bye, see you next time!

Review Tahun 2020: Sebuah Catatan Kecil Akhir Tahun (Part 1) Review Tahun 2020: Sebuah Catatan Kecil Akhir Tahun (Part 1) Reviewed by Muhammad Aldan Ihsan Darmawan on Desember 30, 2020 Rating: 5

16 komentar:

  1. Perjalanan skripsinya warbyazah yaaaahahah

    BalasHapus
  2. Wuih bolehlah, sampai sedetail ini. Keren, lanjutkan!

    BalasHapus
  3. Lengkap ye kak perjalanannya ditulis, mantap. Wkwk, lanjutkan kak

    BalasHapus
  4. Halo semuanya. Aku bacanya pake nada Raditya Dika kalo ngomong wkwowk

    Pak B itu, pasti pak Bakti kan ahahaa

    Dan, aku jadi tertarik buat tulisan cak ini. Buat detail apo bae yg dilakukan dari Januari sampe Desember ahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kenapa ente malah buka kartu? Duh..

      Ayo dibuatkan tulisannya. Ceritakan drama romantismu dengan Pak julel aowkwowk

      Hapus
    2. Yaa.. Suatu saat ananti, "mungkin" aku akan bahas belio di blog. Tapi mungkin yaa, dan jg dk tau kapan wkwowkw

      Hapus
  5. Sama kang ,sejak ada korona bulan Maret di rumah terus. Lebaran juga terpaksa tidak pulang kampung karena dilarang, tapi sholat idul Fitri tetap ada sih disini biarpun jaga jarak, habis itu keliling tetangga bermaaf-maafan.

    BalasHapus
  6. wah jadi tahu gedung kampus di palembang warnanya kuning


    trus aku jadi flashback jamannya dulu ditolak judul skripswiiit bolak balik dan agak keder pas mau bimbingan soalnya dosbimku agak dingin hihihi

    ngegym? wah jadi pengen ngegym juga, coba bisa beli alatnya ya, tapi mahal euy :D

    BalasHapus
  7. Warrrbiasyaaahhh kak..
    Semua orang punya cerita masing-masing tentang perjalanan bersama kekasih *eh skripsi..

    Menarikk ceritanya

    BalasHapus
  8. Wah ternyata review nya di beda per bulan. Btw saya pernah melakukan ini beberapa waktu lalu wkwk penuh cerita ya

    BalasHapus
  9. Heeh sangat berkesan kak, dan juga semangat terus ya kak, cerita kakak sangat detail dan menjadi pelajaran bagi kami semua

    BalasHapus
  10. Heem cukup tinggi yah kak bahasanya bagi diriku yang belum bnyak ngerti ini apalagi perihal coding² an😂
    Tapi keren banget kak detail dan menginsipirasi, bagaimana seorang mahasiswa tingkat akhir berjuang dalam menuntaskan kuliahnya kemudia berhadapan pada masa Pandemi pula👍

    BalasHapus
  11. Ini adalah yang disebut review sesungguhnya😆

    BalasHapus
  12. summary sekaligus review 2020 yang menarik, sekaligus penuh tantangan....

    Hope, 2021 lebih baik....

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.