Selasa, 31 Mei 2022

Review Baseus Encok WM01: TWS Terbaik Harga Seratus Ribuan?

Kalau berbicara tentang audio, memang tak ada habisnya. Entah itu seperangkat audio profesional dengan berbagai macam periferal jutaan rupiah yang mampu memanjakan telinga para audiophile, atau kaum kere hore yang juga suka menikmati musik. Perangkat audio tidak mesti selalu berharga mahal, ada beberapa piranti-piranti audio yang harganya "gopekan". Meskipun harganya murah, tidak melulu kualitasnya juga murahan. Menemukan produk murah yang berkualitas layaknya menemukan mutiara di laut.

Nah pada kali ini Mangcoy akan mencoba ngeripiw salah satu perangkat audio kelas kere hore yang bisa dikatakan "one of best-seller" di marketplace, yaitu Review Baseus Encok WM01. Bagaimana suaranya? Apakah worth to buy? Mengingat harganya yang hanya seratus ribuan, terkadang kita merasa agak skeptikal dengan kualitas yang akan ditawarkannya. Belum lagi dengan uang segitu udah dapetin fitur wireless yang membuat kita tak perlu pusing memikirkan kabel disaat mendengarkan musik. Penasaran bagaimana kemampuan earphone ini? Yuk simak review singkat Baseus Encok WM01 ala kadarnya versi Mangcoy.

What's Inside The Box?

Disaat membeli Baseus Encok WM01, TWS ini dibungkus dengan packing yang cukup rapi, meskipun dengan harga yang terjangkau. Menilik lagi ke dalam, selain unit TWS beserta carrying casing-nya sendiri, Baseus juga menyertakan kabel charger Type-C, dua pasang eartip pengganti dengan ukuran yang berbeda-beda, buku petunjuk, kartu garansi, serta stiker imut branding dari Baseus. Paket penjualan termasuk standar, menurutku.

Selain unit TWS-nya sendiri, bakal dapat dua pasang eartip pengganti, kabel charger Type-C, buku panduan, dan stiker lucu

First Impression

Pertama kali memegang unit carrying case-nya, terasa sekali penghematan biayanya disini. Plastik tipis yang terkesan ringkih disaat membawanya. Untung ukuran case-nya tidak terlalu besar sehingga mudah dikantongi untuk dibawa kemana-mana. Saat membuka wadahnya, kraat-kreeet, dipadu dengan engsel yang bergoyang-goyang. Tapi untung di penutupnya ada semacam magnet untuk menahan penutup case-nya. Paling tidak sedikit memberikan kesan premium pada case-nya. Ya, lagi-lagi what do you expect at this pricing.

Bahan case terbuat dari plastik yang tipis, dibumbui dengan engsel penutup yang "kriyet-kriyet"

Saat memegang earphone-nya sendiri, this is where the magic happens. Feeling unitnya menurutku not so bad. Terasa solid dan ringan. Feeling-nya sendiri tidak terkesan murahan, bahkan menurutku tampak premium layaknya TWS yang lebih mahal. Kalau diliat sekilas, mungkin bakal mengira TWS ini paling tidak di atas 400 ribuan.

Sound Quality? Okelah...

Hal yang terpenting disaat membeli periferal audio adalah suara yang dihasilkannya, bukan? Nah aspek inilah yang ingin sedikit aku kritisi di review kali ini. Meskipun aku bukan ahli yang mengerti segala macam audio, ataupun seorang audiophile, paling tidak aku akan mencoba memberikan gambaran bagaimana audio-audio musik yang dihasilkannya melalui kuping kalengku ini, is it gonna make me satisfied or not.

Impresi awal disaat memakainya pertama kali yaitu earphone mampu menahan suara-suara dari luar yang sangat baik. Meskipun belum dilengkapi Active Noise Cancellation, paling tidak TWS murah ini mampu memberikan sound stage sendiri di lingkup indera pendengaran kita. Kemampuan meredam suara yang dimiliki TWS ini menurutku dibantu oleh desain eartip yang berbentuk kecil, sehingga benar-benar full menutup lubang telinga kita.

Saat lagu dimainkan, hmmm... disini yang agak menarik. Pada awalnya aku ingin me-roasting habis-habisan TWS ini karena suara yang dihasilkan benar-benar kacau balau. Tetapi setelah mengatur posisi earbud di telinga, barulah keluar semua potensi yang dimiliki TWS ini. Mengatur posisi bagaimana, you may ask? Ya, dengan memutar-mutar earphone yang ada di telinga agar eartip-nya menjorok masuk ke telinga. Terdengar menyeramkan, bukan? Namun ketahuilah, untuk penggunaan jangka pendek tidak semenyeramkan yang Anda bayangkan, masih terasa nyaman. Tetapi untuk penggunaan jangka panjang, entahlah, apakah akan bikin kuping menjadi panas atau bahkan mempengaruhi pendengaran kita.

Untuk harga under 200 ribu, kualitas audio yang dihasilkan menurutku sudah sangat baik. Bass yang diatur agar fokus ke mid-high bass turut membantu menonjolkan bass yang ada pada sebuah lagu, meskipun detail low bass-nya agak malu-malu kucing. Treble just so-so. Perlu waspada dengan volume yang diatur, karena jika volumenya ketingian treble-nya lumayan nusuk kuping.

Namun jika ingin mengejar detail, jangan banyak berharap dengan TWS seharga seratus ribuan ini. Kalau boleh kukritisi, banyak sekali kekurangan dari si Encok WM01 ini. Sebut saja detail suara yang kurang dapet. Dengerin lagu pop misalnya, kalau didengar secara seksama, menurutku suara vokalis si penyanyi terasa kurang bersih, ditambah detail treble yang banyak absennya. Kurangnya detail tersebut turut mempengaruhi sound stage audio yang terasa kurang megah. Sebenarnya aku pribadi agak bingung TWS ini cocoknya untuk lagu genre apa, mungkin lebih tepatnya for something nice to have. But all in all, this is super budget wireless earphone and the sound quality isn't disappointing.

Sulit Dioperasikan?

Satu-satunya kontrol input kita ke TWS ini adalah dengan secuil capacitive touch di bagian belakang earbud. Mungkin pada awalnya kita akan kebingungan cara mengoperasikan earphone ini karena tidak ada tombol fisik yang mungkin kita sudah mengenalnya sebagai kontrol input pada suatu produk. Namun dengan menyentuhnya saja, si TWS sudah menerima input yang kita berikan.

Lagi-lagi buku panduan menjadi teman terbaik kita ketika pertama kali akan menggunakannya, karena disana dijelaskan berbagai kombinasi input untuk mengontrol earphone-nya, seperti menyalakannya maupun memutar lagu berikutnya. Sayang di panduannya tidak ada Bahasa Indonesia, so, at least you have to understand English Language ðŸ˜œ.

Capacitive touch seperti ini memang akan memberikan kesan produk yang clean dan modernish. Namun sayang memiliki kekurangan yang akan menyebabkan sering tertekan tidak sengaja. Loh, kok bisa? Misal, disaat ingin mengatur posisi earbud, tak jarang akan menekan tombolnya secara tidak sengaja. Memang tak mengganggu fungsionalitas si TWS-nya, namun false click semacam tersebut terkadang bikin kita jengkel.

Kesimpulan

Memiliki barang murah nan affordable tak ada salahnya, apalagi jika kualitasnya bisa dikatakan acceptable. Baseus Encok WM01 ini menurutku jatuh ke dalam kategori yang kusebutkan tadi, berharga murah dengan kualitas suara yang OK. Memang TWS ini tak akan mampu memanjakan para audiophile, tetapi paling tidak, untuk sesuatu yang nice to have, Baseus Encok WM01 layak dibeli.

Baseus Encok WM01, untuk harga seratus ribuan termasuk worth it

Dengan kapasitas baterai kurang lebih 5 jam mendengar musik non stop, plus 50 jam dengan charging case-nya, Baseus Encok WM01 ini lumayan mampu menemani Anda bermusik ria seharian. Baseus Encok WM01 dibanderol seharga Rp175.000 di Official Store TokoPaedi, yang mana tautan produknya bisa Anda lihat disini.

Kelebihan Kekurangan
  • Paket penjualan lengkap 
  • Kualitas OK untuk harga
    seratus ribuan
  • Detail Suara kurang
  • Carrying case ringkih

Posting Komentar

ads
avatar
Admin THE-Mangcoy Online
Welcome to THE-Mangcoy theme