Sabtu, 29 Mei 2021

Kelebihan dan Kekurangan Lenovo Thinkpad X220

Awal Oktober 2020 lalu, aku membeli sebuah laptop bekas berkualitas yang bernama Lenovo Thinkpad X220. Aku pun sudah membuatkan tulisan Review Lenovo Thinkpad X220, yang tulisan tersebut bisa Anda akses pada tautan berikut ini. Namun, pada tulisan kali ini aku akan fokus membahas impresi penggunaan laptop ini setelah enam bulan pemakaian, kelebihan dan kekurangan yang mesti Anda hadapi ketika membeli laptop sejenis ini. Bagaimanakah hasilnya? Memuaskan atau mengecewakan? Yuk simak tulisanku berikut ini.


Laptop ini telah menemaniku selama enam bulan, dan telah aku gunakan untuk pemakaian sehari-hari. Apalagi belakangan ini komputer yang sering aku pakai sedang rusak, sehingga segala urusan komputasi aku limpahkan di laptop ini, mulai dari sekedar menulis blog hingga mobile programming dengan Ionic Framework. Laptop ini pun bahkan telah menemaniku selama Solo Traveling, yang mana ukurannya yang kecil nan ringkas menjadi kelebihan tersendiri ketika sedang dibawa kemana-mana.

Kelebihan dan Kekurangan Lenovo Thinkpad X220

Kelebihan Lenovo Thinkpad X220

Lalu apa saja kah kelebihan-kelebihan yang aku temui di laptop ini setelah dipakai sejak bulan Oktober 2020?

  1. Ukuran Ringkas Nan Kecil

    Mobilitas tinggi, itulah selling point dari Thinkpad X series. Walaupun berukuran kecil, jeroan di dalamnya masih cenderung "identik" dengan saudara lebih besarnya, yaitu seri T. Kalau kata pepatah, kecil-kecil cabe rawit, biar kecil tetapi menawarkan performa yang luar biasa.


  2. Performa Masih Kencang

    Biar dikata umurnya sudah hampir menginjak satu dekade, Processor Core i5 Sandy Bridge masih mampu mengimbangi kebutuhan komputasi di era sekarang. Ya walaupun video YouTube 1080p 60fps si laptop udah mulai keteteran, tetapi masih sangat mumpuni.

    Banyak hal yang telah aku lakukan dengan laptop ini, mulai dari yang ringan-ringan hingga penggunaan yang "cenderung" berat. Berselancar ria di internet? Jika laptop ini sudah dipasangkan dengan SSD aku yakin rasanya tak banyak beda dengan PC gaming sekalipun. Edit foto dan buat desain dengan Photoshop? Masihlah diladeni, walaupun ada sedikit loading-loadingnya gitu. All you need are a decent size of SSD and more RAM.


  3. Port-Port yang Melimpah

    Kalau laptop-laptop modern sedang ngetren pelit dengan port, tidak dengan X220 ini. Walaupun absen port-port modern seperti USB Type-C, Thunderbolt, bahkan USB 3.0, ketersediaan port di laptop ini sudah sangat mumpuni untuk menunjang aktivitas-aktivitas "berlaptop" ria, tanpa perlu repot-repot membawa dongle (colek si apel kegigit). Masih kurang? Lenovo menyediakan docking station untuk mengekspansi port-port di laptop ini, bahkan mampu mengonversi laptop kita layaknya menjadi sebuah PC. Salah satunya adalah Lenovo ThinkPad UltraBase Series 3.

  4. Sparepart Melimpah, Mudah Dijangkau

    Enaknya meminang laptop kelas bisnis semacam Thinkpad ini kita bisa mendapatkan suku cadang yang sangat mudah didapatkan, bahkan bagian-bagian yang terkecil pun bisa kita dapatkan dengan mudah. Lenovo sendiri memberikan daftar sparepart yang diidentifikasikan dalam bentuk kode FRU, sehingga memudahkan pengguna mencari sparepart yang benar sesuai seri Thinkpad yang kita miliki. Bezel layar ada yang patah? Tinggal cari di marketplace, buy, and install it!

  5. Serviceable & Upgradable

    Kelebihan lain meminang laptop kelas bisnis ialah mudah untuk diperbaiki. Lenovo sendiri memberikan ebook panduan lengkap cara memperbaiki/disassembly Thinkpad kesayangan di situs resminya.

    Tak hanya mudah diperbaiki, seri Thinkpad sangat mudah untuk diupgrade. Apalagi laptop lawas semacam Thinkpad X220 ini masih terdapat dua slot RAM yang bisa diisikan dengan module RAM yang berkapasitas lebih besar. Butuh penyimpanan yang besar? Terdapat slot SATA yang sangat mudah diakses. Cukup buka satu baut di sebelah kanan, kita bisa mengganti hard disk yang lama dengan yang baru/menggantinya dengan SSD. Masih kurang? Terdapat slot khusus untuk memasang SSD berinterface MSATA.

    Masih berkaitan dengan sparepart yang melimpah, upgradibility laptop ini tidak hanya sebatas upgrade RAM dan hard disk saja, namun Anda bisa mengupgrade komponen-komponen yang lain seperti upgrade layar menjadi layar IPS yang warnanya lebih ciamik atau bahkan melakukan modding agar bisa memasangkan layar Full HD, mengganti palm rest yang ada sensor fingerprintnya, dan lain sebagainya.

  6. Build Quality Number Wahid

    Inilah alasan utama mengapa orang-orang (termasuk aku) jatuh cinta kepada Thinkpad. Thinkpad terkenal dengan build quality yang sangat baik. Walaupun bodinya dibalut plastik hitam yang membosankan, tetapi plastik-plastik tersebut plastik tebal yang gak gampang patah jika dihadapkan pada kondisi yang ekstrim sekalipun. Apakah Anda lelah dengan laptop yang lama-kelamaan bodinya udah ga bisa rapat lagi? Atau ketika mau bongkar laptop untuk diupgrade, tiba-tiba dudukan tempat baut patah, dan alhasil laptop tidak dapat dirakit kembali seperti semula? Nah hal-hal tersebut (hopefully) tidak akan pernah ditemui di Thinkpad!

Kekurangan Lenovo Thinkpad X220

Nothing is perfect in this world, sehingga yang pastinya laptop Lenovo Thinkpad X220 ini memiliki kekurangan. Apa saja kekurangan-kekurangan dari laptop ini?

  1. Rentan Terhadap Overheat

    Dibekali prosesor Intel Core i5-2430M yang full power 35W membuat laptop berjalan lebih kencang ketimbang ditenagai varian prosesor ultra-low power 17W. With great power comes great responsibility heat, ditambah ukuran laptop yang kecil sehingga sirkulasi udara juga terbatas. Dalam kondisi idle, suhu prosesor bertengger di angka 40°C - 50°C dan suhu maksimal 89°C pada kondisi general usage. Jika dilakukan stress test (100% CPU usage untuk jangka waktu yang lama), suhu prosesor dapat melejit hingga 98°C. Padahal thermalpaste baru saja diganti dengan Noctua NT-H1. 

    Apakah ini berbahaya? Menurutku tidak, karena sistem secara otomatis memperlambat kecepatan prosesor agar tidak terjadi overheating. Kondisi ini dikenal dengan istilah thermal throttling. Dari fenomena ini, menurutku laptop ini tidak cocok digunakan sebagai rendering/encoding device yang memaksa CPU untuk bekerja secara full power untuk jangka waktu yang lama. Gaming? Very not recommended!

  2. Not As Sturdy As Its Predecessor

    Menurut pengakuan beberapa Thinkpad Hollic, seri Thinkpad naungan Lenovo, terutama seri X200 keatas tidak sekuat seri Thinkpad pendahulunya. Walaupun aku pribadi belum pernah megang Thinkpad seri jadul, tetapi aku sendiri merasakan sedikit "ketidakkuatan" dari bodi laptop tersebut, terutama di bagian sebelah kiri laptop dimana slot Express Card berada. Ditekan-tekan sedikit pun bodinya sudah tampak flexing. Mesti berhati-hati ketika memegang laptop dengan satu tangan di bagian ini. Ngeri patah euy...

  3. Layar TN yang ... Horrible!

    I love every part of this laptop, except its display! Layar TN bawaan laptop ini, menurutku tak ada yang bisa dibanggakan. Okelah matte finish yang diberikan agar tak mengganggu pandangan disaat ada pantulan cahaya dari belakang user, dan juga kelihatan premium. Reproduksi warna yang cenderung "dull" dan inconsistency akibat viewing angle yang buruk khas TN display. Memang sih, jika dibandingkan dengan budget laptop keluaran terbaru layar TN di Thinkpad ini masih enak dipandang. But hey, it's 2021. Mari sudahi penderitaan mata kita yang terus-menerus menatap layar komputer berkualitas buruk. Tapi untungnya layar Thinkpad X220 bisa diganti dengan IPS display dengan mudah yang dari segala sisi jauh lebih baik ketimbang TN display.

  4. Touchpad yang Buruk

    Aku yakin semua pembaca sepakat bahwa Apple Macbook adalah rajanya touchpad di seluruh lini laptop. Saking nyamannya dengan touchpad Macbook, rasanya tak perlu membawa mouse. Nah, hal tersebut berbanding terbalik dengan touchpad miliknya Lenovo Thinkpad X220. Ukuran touchpad yang kecil, ditambah tekstur touchpad yang kesat dan tidak rata (entah apakah permukaan yang kasar tersebut sudah bawaan dari baru atau stiker tambahan yang bisa dilepas). Meskipun Windows Precission Driver mendukung touchpad tersebut, termasuk multitouchnya, tetapi aku merasa perpindahan kursor agak kurang presisi. Untunglah pada penggunaan kesehariannya aku selalu mengandalkan trackpoint yang menjadi ciri khas dari Thinkpad.

    Who needs a sh*tty touchpad when you have red nipple nub?

***

Penutup

Demikianlah tulisanku mengenai Kelebihan dan Kekurangan Lenovo Thinkpad X220. Apakah Anda sedang mencari-cari laptop bekas yang powerful namun tak membuat kantong bolong seperti Lenovo Thinkpad X220? Atau Anda sendiri seorang pengguna/owner Lenovo Thinkpad X220? Ayo share pengalamanmu di kolom komentar!

bm

Nemo enim ipsam voluptatem quia voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores eos qui ratione voluptatem sequi nesciunt.

9 comments

  1. overall suka sih sama desainnya simple dan ringan kalo dibawa2 ga berat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kecil, ringkas, dan kencang
      Tapi kalo tipe-tipe yang suka laptop bling-bling yang berwarna cerah, ngeliat si thinkpad pasti udah bosen

      Hapus
  2. aku sebenernya kalau leptop mencadinya yang layarnya bening dulu, terus ringan ga beratbsaat dijinjing juga ga gampang panas...

    sebenernya beberapa waktu lalu pengen beli leptop baru soalnya yang lama uda uzur, uda hampir 10 tahun menemaniku waktu sekolah dulu tapi baru baca baca review beberapa merek.
    makasih ya ulasannya:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Layar yang bening-bening fix Macbook Retina Display, no debat wkwkwk

      Hapus
  3. Tapi untuk laptop bekas gini, masih terlihat baru dan tidak ada lecel sedikitpun.. keren sih, tinggal upgrade kalau ada kekurangan didalamnya hhi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dapat barang murah pula wkwk
      Yups, kondisi laptopnya sekarang udah hampir full upgrade, bawaa'nnya enak banget

      Hapus
  4. beli laptop ini karena murah, kebutuhan buat lanjut studi juga mengharuskan punya laptop sendiri (biasa pake pc spek lumayan dirumah) akhirnya memutuskan untuk beli x220 ini, upgrade msata langsung ngebut buanget. Puas banget karena dapet yang 9 cell battery bisa 5-7 jam pemakaian, yah ngecasnya aja yang sedikit lebih lama. Laptop ini bikin dilirik karena desain yang ga biasa, dimana sekarang laptop baru udah tipis-tipis full color pula.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah pakai msata mantul pasti, bisa dual storage.
      laptop keluaran baru tipis-tipis, dah ga bisa di upgrade, ringkih pula😁

      Hapus
  5. punyaku ngebut habis Tambah Msata dan Ram 10 GB

    BalasHapus
ads
avatar
Admin THE-Mangcoy Online
Welcome to THE-Mangcoy theme