Sabtu, 29 Mei 2021

Mengenal Perbedaan Core i3, Core i5, dan Core i7

Ketika kita akan berbelanja komputer, terkadang kita disuguhkan dengan pilihan Core i3, Core i5, maupun Core i7. Bagi orang awam, ketiga pilihan tersebut cukup membingungkan karena taunya, laptop is laptop, tak mempedulikan jeroan spesifikasi di dalamnya. Memang apa sih perbedaan dari ketiga tersebut? Penting-kah kita mengetahui hal tersebut? Mari simak tulisanku berikut ini.

Kalau berbicara tentang Core i3, i5, ataupun i7, ketiga tersebut merupakan segmen prosesor keluaran Intel, yang mana dari ketiga tersebut menduduki segmen-segmen kelas tersendiri. Yaps, seperti apa yang kita kira, semakin tinggi angka di belakangnya, semakin tinggi kedudukan seri prosesor tersebut. Sehingga dapat disimpulkan Intel Core i3 mengisi segmen kelas entry level, Core i5 berada di mid level performance, dan Core i7 dikhususkan untuk kebutuhan komputasi high end. Tetapi, seberapa signifikan sih perbedaan dari ketiga seri prosesor tersebut? Spoiler alert: Not much, (depends on your need)



Perbedaan Core i3, Core i5, dan Core i7

Intel Core i3

Intel Core i3 diposisikan sebagai kasta terendah dari jajaran Intel Core series. Walaupun demikian, Intel Core i3 sudah sangat mumpuni untuk memenuhi kebutuhan browsing, office suite, editing dan gaming ringan. Intel membekali empat inti di prosesor desktop Core i3 terbarunya, dan rumornya banyaknya jumlah inti tersebut telah merambah ke sektor mobile.

Intel Core i5

Intel Core i5 kebanyakan dipercaya sebagai sweet-spotnya untuk sebuah PC yang berperforma tinggi, namun dengan harga yang masih terjangkau. Dengan harga 2 jutaan saja, kita telah dapat menikmati kencangnya prosesor 6 cores 12 threads besutan Intel tersebut. Sangat cocok untuk gaming, programming, editing, dan rendering ringan.

Intel Core i7

Bagi yang memerlukan "extra juice" demi menunjang kebutuhan komputasi yang tinggi, Intel Core i7 dapat menjadi pertimbangan bagi Anda ketik a akan membangun PC kesayangan. Dilengkapi dengan 8 inti 16 threads, Intel Core i7 sangat mumpuni untuk digunakan sebagai PC rendering, editing berat semacam video editing resolusi 4K, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya yang memerlukan multiprocessingGaming? Mudah saja dilahap oleh Core i7, namun peningkatan performa dari Core i5 tak sebanding dengan harga ekstra yang mesti dibayarkan mengingat kebanyakan game tidak memerlukan jumlah core yang banyak, melainkan kekuatan single core dari processor tersebut.

***

Itulah tadi sedikit perbedaan antara Intel Core i3, Core i5, dan Core i7. Namun, apakah ketiga seri tersebut sudah cukup menjadi acuan untuk mengukur seberapa kencang PC yang kita gunakan? Jawabannya tidak! Kalaulah kita berbelanja PC baru, menggunakan jeroan internal yang terbaru, misal menggunakan Intel Core series generasi ke-10 atau ke-11, masih lah mudah untuk dibedakan. Ingat, Intel Core series telah eksis sejak lebih dari satu dekade yang lalu, yang mana dimulai dari generasi ke-1 hingga generasi ke-11 seperti saat ini (ketika blog ini ditulis). Bahkan, walaupun berada di generasi yang sama, segmen desktop dan mobile memiliki konfigurasi yang berbeda-beda meskipun mengusung seri Core i yang sama. Apa saja yang mesti kita cermati?

Generasi Prosesor

Seperti yang telah aku singgung sebelumnnya, prosesor Intel Core series memiliki generasi yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan hampir setiap tahunnya Intel selalu membawa pembaruan untuk lini prosesor Intel Core i seriesnya. Bagaimana cara mengetahui generasi prosesor yang digunakan?

Secara sederhana, bisa melihat kode dari prosesor tersebut. Misal laptop Lenovo Thinkpad X220 kesayangan yang aku gunakan ditenagai prosesor Intel Core i5-2430M, artinya prosesor tersebut berada di generasi kedua dengan codename Sandy Bridge, atau prosesor flagship yang baru-baru ini di rilis Intel Core i9-11900K berarti berada di generasi ke-11. Pada intinya, lihat angka paling depan di kode tersebut. Pengecualian buat generasi pertama, yang mana penulisan kodenya hanya terdiri dari tiga angka.

Jadi jangan terkecoh dengan iklan-iklan di marketplace ketika Anda ingin berbelanja komputer baru. Mentang-mentang di iklannya tertulis "PC Gaming Intel Core i7" dengan harga yang fantastis, padahal prosesor yang dipakai hanyalah Core i7 generasi kedua yang secara performa tidak lebih baik ketimbang Intel Core i3-10100 generasi ke-10 (sumber: cpubenchmark.net). Segala perbedaan, performa, kode-kode dan lain sebagainya nantinya akan aku buatkan di tulisan selanjutnya.

Desktop vs Mobile

Prosesor desktop maupun mobile jelas memiliki perbedaan yang sesuai dengan fungsinya masing-masing. Prosesor mobile dirancang sedemikian rupa agar penggunaan daya listrik seirit mungkin, sedangkan di segmen desktop mengedepankan performa semaksimal mungkin. Jadi, mentang-mentang laptopnya ditenagai prosesor Intel Core i7-7600U misalnya, mau nantangin performa gaming dari PC berprosesor Intel Core i7-7700K pula. Walaupun sama-sama dari generasi ke-7, dari segi spesifikasi pun si i7 versi desktop pun udah menang telak (2 cores 4 threads vs 4 cores 8 threads).

Kesimpulannya, cari tahu lebih lanjut spesifikasi prosesor PC/laptop yang akan kita gunakan dengan memperhatikan generasi, jumlah core, dan peruntukannya. Menggandeng nama Core i7 tidak selalu menandakan bahwa spesifikasi PC tersebut menjadi dewa.

Intel Core i9

Sejak tahun 2017 silam, Intel merilis Core i9, menggantikan Core i7 yang selama ini menjadi lini teratas dari jajaran prosesor Intel. Dengan jumlah inti yang banyak (8 cores dan lebih), Intel Core i9 sangat cocok digunakan untuk rendering kelas berat, seperti compile program berskala besar maupun video editing resolusi tinggi, atau pun segala macam kebutuhan komputasi yang sangat terbantu oleh banyaknya jumlah thread. Seperti sang adik, Intel Core i7, penggunaan murni gaming dengan prosesor ini sangat disayangkan. Peningkatan performa yang didapatkan tidak sebanding dengan harga ekstra yang dibayarkan jika dibandingkan dengan kelas prosesor di bawahnya. Kecuali Anda seorang streamer game seperti yang tengah beken di masa kini, mengingat untuk menjalankan aplikasi streaming dibutuhkan jumlah thread yang banyak.

***

Akhir Kata

Demikianlah tulisanku kali ini. Semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca semua.

bm

Nemo enim ipsam voluptatem quia voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores eos qui ratione voluptatem sequi nesciunt.

9 comments

  1. Laptop saya masih Core i3, pas beli sih masih terbilang mid, soalnya yg kasta terbawah Core 2 duo, atau masih ada Pentium 4 mungkin. Tambah RAM dan ganti hardisk ke SSD jadi lumayan lah masih sesuai kebutuhan dan awet sampe sekarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo sekarang laptop Core 2 Duo sudah hilang di pasaran, karena sudah usang. Kini kelas laptop murah diisi oleh jajaran Intel Celeron N series/Pentium N series, yang setahu saya berbasis Intel Atom yang hemat daya. Berbeda dengan Core i3 dll berbasis Intel Core yang jauh lebih kencang. CMIIW
      Waah Core i3 masih enak dipakai kok kak. Walaupun Core i3 dari generasi 1 pun masih jauh lebih kencang ketimbang laptop-laptop terbaru murah yang berprosesor Intel Celeron/AMD E1 series. Apalagi dipasangkan dengan SSD

      Hapus
  2. Wahh itu harganya belum termasuk perangkat yang digunakan yaa, laptopku masih core-i5. Kalau dipake buat blogging gini masih lumayan enak, dibandingkan dulu yang masih menggunakan core-i3, udah yang paling bawah trus ram cuma 2GB doang, buka chrome aja ngos-ngosan huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. waah sama-sama pengguna Core i5 juga kak
      mau Core i3, Core i5 ataupun Core i7, kalo RAM kecil + masih pakai HDD biasa dijamin tetap terasa lemot

      Hapus
  3. Nice information👏. Before that, i never know about core wkwk.

    BalasHapus
  4. Bermanfaat banget dan. Mungkin ke depannya bisa review laptop yang processor-nya bagus tapi harganya terjangkau :)

    Btw, baru tau dah ada Core i9 wkwk

    BalasHapus
  5. Gue pake intel inside yg ga ada tulisan i9 i7 i5 nya
    jadi gimana dong?

    BalasHapus
  6. Mantap infonyaaa kak..

    Oh ya, izin nanya kak.. Mungkinkah kalo kita berpendapat tntng barang elektronik, semakin mahal maka semakin bagus?

    Soalny saya beranggapan sprti itu kak heheh

    BalasHapus
  7. Kayaknya perbedaan harga adalah yang paling akan jadi pertimbangan, haha

    BalasHapus
ads
avatar
Admin THE-Mangcoy Online
Welcome to THE-Mangcoy theme