Kamis, 24 Desember 2020

Pengalaman Membeli Apple iPhone XR 8 jutaan di iBox

Siapa sih yang nggak kenal dengan Apple? Itu loh, sebuah vendor gadget yang logonya sebuah apel yang kegigit. Produk Apple ini terkenal akan harganya yang fantastis. Walaupun berharga yang mahal, namun peminatnya sendiri masih sangat banyak. Tengok saja iPhone, berapa banyak sih para pemuja smartphone besutan apel kegigit ini? Walaupun secara spesifikasi keseluruhan jauh di bawah Android (di rentang harga yang sama), harga yang mendekati bahkan menembus hingga belasan juta, membuat para peminat brand Apple tetap bergeming, bersikukuh dengan pilihan ponselnya yang mahal itu.

Apple iPhone XR 64 GB warna hitam 

Beberapa waktu yang lalu aku dikejutkan oleh sebuah iklan di Facebook. Di iklan tersebut mengatakan ada sebuah ponsel Apple iPhone XR yang dijual dengan harga Rp7.999.999, brand new, resmi dari iBox! "WOW", itulah reaksi pertama kali dariku ketika melihat iklan tersebut. Bagaimana tidak, setahuku harga iPhone XR ini sendiri harga bekasannya masih anteng di kisaran harga 6-9 jutaan, tergantung kondisi, dan itupun terkadang yang versi internasional, bukan versi resmi iBox. Tetapi mengapa aku peduli banget dengan si iPhone yang telah beredar selama dua tahun ini? Tidak lain karena aku ingin membeli hp ini adikku yang sangat mendambakan hengpong ini. Mungkin hampir setahun adikku merengek-merengek kepadaku ingin dibelikan iPhone XR ini, terutama ketika aku telah mendapatkan pekerjaan. Berhubung diriku ini masih nyaman menjadi seorang freelancer (red: pengangguran), jadi mana mungkin aku punya uang segitu banyak hehee. Dengan kehadiran iPhone XR versi tahun 2020 ini, semakin memudahkanku untuk membeli ponsel besutan apel ini. Dari mana duitnya? Ya ngepet dong! Ya jelas ngga ada dong wkwkw alias my mommy yang akan membelikannya eyaaaak.

Penemuanku di iklan Facebook tidak serta-merta aku langsung mempercayainya. Kupastikan kebenaran iklan tersebut dengan mengecek langsung di situs resminya iBox langsung. Dan ternyata benar saja, harga yang tertera disana pun sebesar Rp7.999.999 untuk sebuah iPhone XR, dan iBox pun menerima cicilan dengan bunga sebesar 0% saja. Sempat tidak percaya, jadi aku kalikan saja deh biaya cicilan per bulannya dengan lamanya tenor cicilannya. Hasilnya? Nggak nipu-nipu, totalnya pas 8 juta wkkw. Wiih keren nih buat yang mau nyicil tetapi takut terkendala akan riba. But, really?

Apple iPhone XR di situr resmi iBox. Sayangnya menurut laman resminya unit sedang kosong.

Masih kurang puas, aku pun memutuskan untuk datang langsung ke toko offline iBox yang ada di Palembang, tepatnya terletak di dalam Palembang Icon Mall yang beralamatkan di Jalan POM IX, Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang. Sesampainya disana aku pun tidak langsung disambut oleh attendant yang bertugas disana. Kondisi toko yang sedang ramai & banyaknya konsumen yang sedang melangsungkan transaksi membuat aku mesti menunggu terlebih dahulu, sembari memainkan barang pajangan yang ada di toko.

Tak lama kemudian aku pun langsung dihampiri oleh salah satu mbak-mbak yang ada di sana. Beberapa pertanyaan aku cecarkan kepada penjaga toko tersebut mengenai si iPhone XR yang katanya lagi turun harga ini. Semua apa yang aku lihat di iklan, maupun aku baca di situsnya iBox benar adanya, alias harga si hengpong ini sebesar Rp7.999.999 untuk varian memori internal 64 GB, dan unit yang aku cari pun kondisinya ready, dengan varian warna hitam, putih, dan merah. Tak lupa aku tanyakan masalah cicilan 0% tersebut, dan menurut si penjaganya memang benar adanya. TETAPI, cicilan 0% hanya bisa dilakukan dengan kartu kredit. Yaah ngga bisa nyicil dong, karena tidak ada seorang anggota keluargaku yang memiliki kartu kredit. Aku pun iseng dengan menanyakan si mbaknya apakah bisa pakai layanan kredit yang lain tanpa kartu kredit, dan jawabannya pun bisa.

Okesip, seluruh informasi yang aku butuhkan lengkap sudah. Namun sayang prosedur, detail-detail kecil lainnya tidak sempat aku tanyakan/peroleh karena jawaban si mbaknya yang sangat singkat alias to the point saja (should I say jutek?). Positive thinking aja, mungkin mbaknya capek usai meladeni banyak costumer yang datang. Negative thinking-nya, aku datang kesana dengan tampilan seorang bujangan yang buntu, mengenakan baju kaos diskon yang aku beli di Ramayana dan sepatu kets tanpa merek yang seadanya hohooo. Tapi nggak masalah sih, untuk apa memikirkan perkataan orang lain. I mean, mau dia mikirnya aku buntu, nanya doang beli kagak, I don't F'kin care. Namanya juga jual beli, si pembeli mau nanya-nanya doang itu hak dia aowkokwk.

Singkat cerita, beberapa hari setelah aku mengunjungi iBox Palembang, tiba-tiba adikku ini membawa pulang sebuah smartphone baru si Apple iPhone XR ini setelah ia jalan-jalan dengan emaq q. Aku hanya menggeleng-gelengkan kepala. Bisa-bisanya ia mendapatkan ponsel yang harganya fantastis ini. O ya, pembayarannya pun dilakukan dengan cash, karena alasan tidak memiliki kartu kredit, dan menyicil dengan layanan kredit dari luar membuat harga total si hengpong ini menjadi membengkak akibat bunga yang lumayan besar.

Unboxing

Tidak afdol rasanya jika membeli barang baru tanpa melewati proses unboxing. Walaupun proses unboxing yang sebenarnya telah dilakukan terlebih dahulu saat masih di toko, tetapi apa salahnya kita lakukan re-unboxing demi memperoleh foto-foto dari isi paket penjualan si XR ini, agar bisa dibagikan kepada para pembaca setia Mangcoy #eyak.

Pertama kali melihat kotak HP-nya, aku merasa "loh kok ini tipis banget?". Biasanya kotak HP itu lumayan tebal, karena berbagai macam aksesoris di dalamnya. Tetapi tidak untuk si iPhone XR ini. Seolah-olah kotak yang diberikannya hanya muat untuk unit ponselnya sendiri. Apakah berkurangnya ketebalan kotak HP ini bertanda berkurangnya pula isi aksesoris si iPhone ini?

Isi paket penjualan yang minim, tanpa charger maupun earphone. Hanya kabel data USB Type-C to Lightning.

Bagaimana isi di dalam kotak HP-nya ini? Ternyata isinya minim sekali, guys. Say goodbye kepada charger maupun earphone, tetapi Apple masih berbaik hati memberikan kabel data untuk ponsel ini. "It's not a big deal" you think maybe, karena masih bisa menggunakan kepala casan dari ponsel lain. Tetapi tidak secepat itu, Ferguso! Kabel data yang disediakan ternyata memiliki koneksi USB Type-C to Lightning! Belum pernah aku menemukan kepala charger smartphone yang menggunakan USB Type-C sebagai slot untuk memasangkan kabel datanya (mungkin ada untuk tipe-tipe ponsel mahal, maklum kudet). Siap-siap menggelontorkan dana untuk membeli charger khusus iPhone ini ya, duh.

Selain mendapatkan kabel data USB Type-C to Lightning, Apple memberikan sebuah jarum untuk mengakses tray SIM Card, buku panduan yang berbentuk kartu-kartu yang dipotong-potong menjadi persegi, dan sebuah stiker Apple. Sebuah aksesoris yang menurutku sangat minim untuk ukuran smartphone berharga 8 juta ini. Mungkin penyebab inilah yang membuat Apple berani menghargai ponsel flagship lawasnya ini di angka 8 juta rupiah. Less money, less accessory.

Review Singkat

Blog Mangcoy yang lekat dengan review ala kadarnya rasanya agak disayangkan jika melewatkan kesempatan me-review produk Apple ini. Jujur saja, first impression ketika melihat HP ini, aku merasa.......... biasa saja. Ya, ngga ada yang spesial deh. Aku yang bukan seorang fanboy Apple dan yang menggunakan ponsel sesuai dengan fungsinya merasa HP ini tidak ada yang "wah" untuk ukuran harga 8 jutaan. Kamera hanya satu, tidak ada gimmick-gimmick lain layaknya HP android yang menawarkan fitur-fitur unik yang tak kalah useless-nya, alias ponsel ini biasa saja mirip dengan ponsel lain seharga 1 jutaan. I know, I know, ini produk Apple. Kalian mungkin berkilah produk ini mengedepankan stabilitas software daripada fitur-fitur yang sekedar gimmick maupun spesifikasi internal yang super gahar. Tetapi dari kacamataku pribadi, masih ada smartphone lain yang lebih murah tetapi memiliki fitur yang lebih baik ketimbang si XR ini, dengan kata lain ponsel lain yang lebih worth every penny jika Anda tidak terpaku ke satu brand HP.

Walaupun secara fitur maupun kelengkapan aksesori masih dirasa overpriced, tetapi feeling HP mahalnya terasa ketika kita memegang ponsel ini. Si XR ini sebenarnya diposisikan sebagai lini iPhone seri X yang murah, tetapi material bodi berbahan aluminium menambah kesan premium ketika memegang hengpong ini. Untuk display-nya sendiri mampu menghasilkan warna yang cukup mencolok dan manis. Sayangnya Anda harus puas dengan kerapatan pixel sebesar 326 ppi saja dengan resolusi layar 1792 ✕ 828 (mengingat sudah banyak smartphone Android yang mengusung layar 4K dengan dimensi layar yang sama).

Untuk urusan fotografi, ya lumayan bagus lah. Kameranya jernih ala-ala iPhone gitu. Tetapi untuk kamera depannya masih aku temui beberapa grain ketika mencoba mengambil swafoto di dalam ruangan dengan kondisi pencahayaan yang tidak begitu terang. Ingat, HP ini hanya memiliki satu kamera di depan, dan satu di belakang. Tidak ada wide angle, depth, ataupun tetek bengek lainnya yang sedang trending di smartphone berkamera banyak di masa sekarang. Buka kamera, cekrek, foto, selesai. Back to basic camera.

Performa? Aku sih mengetesnya tidak terlalu mendalam. Untuk hasil benchmark-nya dan perbandingan performa dengan HP lain kurasa sudah banyak reviewer lain yang telah membahas ini. Tetapi untuk penggunaan daily usage, semuanya lancar-lancar saja. iOS 14 yang terpasang di ponsel ini berjalan dengan mulus. Pindah-pindah aplikasi, akses aplikasi sosial media, semuanya berjalan lancar tanpa terkendala. So, what do you expect? Masa sih HP 8 jutaan baru beli udah nge-lag wkwk

Akhir Kata

Itulah tadi beberapa kisah singkat bagaimana pengalamanku membeli smartphone besutan Apple ini. Harga yang ditawarkan menurutku lumayan bikin pecinta produk Apple menjadi ngiler. 8 juta, kondisi baru, resmi iBox pula, kurang apa lagi! Namun sayang pemangkasan harga ini mesti dibayarkan dengan absennya kepala charger dan kabel earphone.

O ya Apple iPhone XR ini kayaknya tersedia di iBox di seluruh Indonesia. Walau kata laman resmi iBox iPhone XR varian 64 GB ini sedang kosong, ada lebih baiknya Anda menanyakan langsung di gerai offline iBox yang terdekat di domisili Anda. Kalaupun stoknya belum ada, masih bisa inden dan akan memperoleh smartphone impian ketika unitnya telah ready.

Worth it kah? Masalah tersebut tinggal kembali ke preferensi masing-masing. Bagi fans garis keras Apple, harga semahal apapun tidak jadi masalah selama HP dambaannya itu bisa diperoleh. Jika Anda tidak terlalu mementingkan brand, masih banyak ponsel lain yang bisa Anda pertimbangkan.

bm

Nemo enim ipsam voluptatem quia voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores eos qui ratione voluptatem sequi nesciunt.

7 comments

  1. Seriusan nih mas Aldan ngga pengin dibeliin juga sama your mom hengfon apel kegigit ... ?.
    Wwkkk, hayoo ngaku aja kalau sebenarnya juga ngiler lihat adiknya nenteng iphone.

    Kalau aku pribadi, belum tertarik pakai iphone (siapa juga yang tanya .. huuuuu )

    BalasHapus
    Balasan
    1. woaaah. iya, sejujurnya ngiler pula. Ngiler buat dijual lagi wkwkwkwk
      Hiya, sama nih kak,masih nyaman dgn Android wkwkwk

      Hapus
  2. 8 juta, kalo aku mendingan beli motor seken buat ngojek biar dapat duit.🤣

    Tapi semahal apapun produk Apple tetap laris ya. iPhone 12 pro max yang harganya 27 juta juga banyak yang beli disini, padahal dengan spek yang sama bahkan lebih kalo hape android cuma sekitar 15 juta saja.😃

    Katanya karena software stabil sampai 5 tahun. Aku beli hape Xiaomi 1.9 juta sampai sekarang masih stabil saja, ngga ngelag padahal ram cuma 3 GB, paling OS nya doang yang ketinggalan yaitu 6.0 marshmellow.😆

    Akhir kata, biarpun iPhone XR turun sampai 5 juta juga tidak akan aku beli, mungkin kalo 2 juta baru aku beli.

    Oh ya, Redmi Note 8 juta pakai USB tipe C padahal cuma 2.1 juta doang.😃

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada benarnyaa juga ya wkwk

      Mungkin the power of fansboy tuh kali. HP semahal apapun masih aja dibeli. Padahal sejatinya hp dibakai untuk nelpon, sms, WA, main game sesekali, dan kebutuhan itu sdh terpenuhi oleh hp-hp harga satu jutaan saja

      Berarti mayoritas hp-hp baru udh mengadopsi charger usb tipe C ya?

      Hapus
    2. Kalo untuk hape dua jutaan mayoritas sih sudah pakai USB tipe C kang, enak buat ngecas lebih cepat.

      Kalo untuk satu jutaan ada tapi masih sedikit.

      Hapus
  3. aku datang kesana dengan tampilan seorang bujangan yang buntu, mengenakan baju kaos diskon yang aku beli di Ramayana dan sepatu kets tanpa merek yang seadanya hohooo.

    Dan, dan, jangan2 antum yang kmren viral di tiktot itu ehh :((

    BalasHapus
ads
avatar
Admin THE-Mangcoy Online
Welcome to THE-Mangcoy theme