Rabu, 20 Januari 2021

Rasio Emas: Cara Alam Berkode Lewat Angka

Golden Ratio atau yang diterjemahkan menjadi Rasio Emas adalah sebuah rasio yang mana jika rasio jumlah kedua nilai dengan nilai yang besar memiliki besaran yang sama antara nilai yang besar terhadap nilai yang kecil, dengan perbandingan kedua nilai mengacu pada nilai rasio yang telah ditentukan. Rasio emas juga sering disebut-sebut sebagai bilangan Tuhan, karena seolah-olah rasio ini banyak di temukan di alam sekitar, dan menjadi sebuah kode untuk memecahkan misteri alam semesta. Rasio emas dilambangkan dengan alfabet Yunani phi (Φ atau φ) dan memiliki besaran angka 1.618033987 atau dirumuskan dengan (1 + √5)/2. Apa hubungannya antara rasio emas dengan alam semesta? Dan apa yang menyebabkan angka satu koma enam sekian tersebut menjadi "oncaknya" rasio alam semesta? Ayo simak tulisanku berikut ini.

Sejarah Singkat

Kalau ditanya kapan pertama kali rasio seperti ini muncul, sebenarnya semuanya berawal dari matematikawan Yunani Kuno yang iseng akibat terlalu sering ngulik tentang geometri. Beliau menyimpulkan pembagian garis menjadi "rasio ekstrem dan rata-rata" (bagian emas) itu sangat penting di dalam geometri pentagram dan pentagon. Hingga pada tahun 300 Sebelum Masehi, Elemen Euclid memberikan beberapa proposal mengenai pembuktian dan definisi rasio emas. Rasio tersebut bukanlah rasio 1:1 alias kedua garis memiliki panjang yang sama, melainkan sebuah garis lurus yang apabila dipotong dalam perbandingan rasio yang ekstrim dan rata-rata, akan menghasilkan dua garis yang lebih pendek dan lebih panjang.

Selama berabad-abad para ilmuan matematika mempelajari tentang rasio ini. Bahkan seorang matematikawan Italia, Fibonacci, turut terlibat dalam Golden Ratio ini. Keterlibatannya itu disebabkan karena sederet angkat dari penelitiannya, yang dikenal sebagai Angka Fibonacci, memiliki keterkaitan yang erat dengan rasio emas.

Penelitian-penelitian tersebut terus berlangsung hingga ke masa kini. Bahkan, pengaplikasian rasio emas tidak hanya terbatas di bidang matematika saja, tetapi telah merambah ke dunia arsitektur, seni, dan konten digital! Canggih sekali ya

Memahami Rasio Emas

Sebenarnya apa sih rasio emas itu? Kalau membaca definisi yang telah aku tuliskan sebelumnya, mungkin sedikit membingungkan para pembaca, tetapi perhatikanlah gambar berikut ini.

Sebuah garis yang dibagi berdasarkan konsep rasio emas

Garis di atas dibagi menjadi dua dengan menggunakan konsep rasio emas, sehingga terbentuklah garis a dan b. Secara sekilas garis tersebut hanya dibagi menjadi tiga, dan b adalah sepertiganya a+b. Nyatanya, tidak semudah itu, gaes! Yang dinamakan rasio emas, ketika a dikurangi b, maka selisih tersebut akan menghasilkan rasio emas juga jika dibandingkan dengan nilai b. Maksudnya gimana nih? Perhatikan (lagi) ilustrasi berikut ini.

Nilai a-b dengan b akan menghasilkan rasio emas.

Dengan elemen angka yang ada, rasio emas akan terus dihasilkan, baik dengan cara menguranginya atau menambahkannya. 

Rasio Emas Easter Egg-nya Alam Semesta

Rasio Emas dan Bilangan Fibonacci

Ingatkah Anda dengan Bilangan Fibonacci? Itu loh sederet angka yang dihasilkan dari hasil penjumlahan angka sebelumnya, dan biasanya dimulai dari angka 0 dan 1. Sebagai contoh, jika kita memiliki angka 0 dan 1, bagaimana cara mengetahui nilai selanjutnya? Simpel, tinggal jumlahkan kedua nilai tersebut. 0+1 hasilnya 1, sehingga deret kita menjadi 0, 1, 1. Bagaimana selanjutnya? Tambahkan saja dua nilai terakhir, yaitu 1+1 = 2, sehingga menjadi 0, 1, 1, 2. Deret tersebut dapat berlangsung hingga ke tak hingga.

Lantas apa hubungannya dengan rasio emas? Ternyata setelah ditelusuri lebih lanjut, semakin besar nilai yang dihasilkan Bilangan Fibonacci, kemudian kita bandingkan nilainya dengan satu nilai di belakangnya, akan menghasilkan rasio yang mendekati rasio emas! Tidak percaya? Silahkan buktikan sendiri.

Rasio Emas di Alam Semesta

Kehadiran Bilangan Fibonacci yang memiliki hubungan erat dengan rasio emas ini ternyata banyak ditemui di alam semesta. Tak heran jika orang-orang banyak mengatakan bahwa bilangan ini disebut-sebut sebagai Bilangan Tuhan. Bagaimana contohnya? Misal kita memiliki sederet angka yang dibuat berdasarkan konsep Bilangan Fibonacci, kemudian angka-angka tersebut kita jadikan sebagai panjang sisi sebuah persegi. Persegi-persegi tersebut disusun sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah spiral seperti berikut ini.

Sebuah deret Bilangan Fibonacci
0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, ...
menjadi

Sumber: https://www.mathsisfun.com/numbers/fibonacci-sequence.html

Ajaibnya, persegi-persegi tersebut bisa tersusun sangat rapi seperti di gambar. Lalu apa yang "spesial" dari spiral tersebut? Jika kita perhatikan, ternyata bentuk spiral semacam itu banyak ditemukan di alam semesta, loh!

Sumber: https://keondesigns.com/tag/1-618/

Fenomena rasio emas bukan hanya terdapat di tumbuh-tumbuhan maupun hewan saja guys, ternyata tubuh manusia juga mengandung rasio emas! Aku berikan referensi bahan bacaan saja ya, bagi kalian yang penasaran tentang golden ratio in human body.

Rasio Emas di Bidang Arsitektur

Salah satu contoh terkenal bangunan yang memanfaatkan konsep rasio emas adalah Menara Eiffel. Itu loh, menara yang hampir seluruh manusia di muka bumi ini mengetahuinya. Sebuah menara yang terletak di Kota Paris, Perancis yang digadang-gadangkan sebagai tempat paling romantis di dunia, ternyata menyimpan rahasia rasio emas juga. Jika ketinggian menara diukur seperti yang tertera di gambar, maka jika dibandingkan akan menghasilkan rasio emas.

Masih banyak bangunan-bangunan yang memanfaatkan rasio emas, bahkan Taj Mahal, Piramida, dan bangunan-bangunan modern pun ikut serta menyematkan rasio emas di dalamnya. Entah apakah ada alasan ilmiah mengapa bangunan-bangunan tersebut mesti mengacu ke rasio emas, atau sekedar rasio yang pas agar bangunan enak dipandang. Wah ternyata praktik bangunan bergolden ratio sudah diterapkan sejak zaman dahulu, ya.

Secara Geografis, Ka'bah Terletak di Koordinat Berasio Emas

Menurut penelusuranku di Google Maps, Ka'bah, arah kiblatnya umat muslim untuk menunaikan salat dan sekaligus lokasi untuk melaksanakan ibadah haji, terletak di koordinat 21°25'22.0" Lintang Utara. Angka tersebut jika dikonversikan menjadi desimal akan menjadi 21,422. Jika koordinat paling utara planet bumi adalah 90° LU dan titik paling selatan adalah 90°LS atau -90 jika kita konversikan menjadi angka desimal, maka kita bisa mengukur "secara kasar" jarak antara Ka'bah dengan titik paling utara dan selatan di muka bumi.

Gambar diambil dari Google Earth

Jarak Ka'bah dengan titik utara bumi adalah 90-21,422 = 68,578 sedangkan jaraknya terhadap titik selatan bumi adalah  -90-21,422 = -111,422 (tanda minus hanya menunjukkan garis arah vektor). Jika kedua angka tersebut dibagi, 111,422 / 68,578 hasilnya adalah 1,6247. Memang sih nilainya tidak tepat menjadi golden ratio, tetapi setidaknya mendekati nilai rasio emas dengan selisih hanyalah sebesar 0,0067 saja. Memang terdengar seperti cucoklogi, tetapi apakah ini sebuah kebetulan, atau sebuah kuasa Allah subhanahu wata'ala? Silahkan kalian nilai sendiri.

Ternyata Rasio Emas Juga Dimanfaatkan Di Dunia Desain Loh!

Seniman kontemporer, modern, dan digital grafis hingga saat ini masih menggunakan konsep rasio emas. Pemanfaatan rasio emas dinilai membuat desain menjadi berkesan lebih balance dan enak dipandang. Salah satu contohnya adalah desain yang aku buat yang aku persembahkan untuk tim Teman Wakaf eyaaak (sekali-kali promosi platform baru nih). 

Courtesy of Teman Wakaf. Instagram @temanwakaf

Memang kalau dilihat sekilas, tidak ada yang aneh dari desain tersebut. Hanyalah paduan tiga warna yang flat dengan tulisan-tulisan font script & sans serif yang saling berpadu. Tetapi karena aku yang hobi "niat banget" membuat sesuatu, sekali-sekali deh bereksperimen dengan golden ratio di desain-desain yang aku buat. Hasilnya? Silahkan kalian nilai sendiri.

***

Akhir Kata

Sebutan "Bilangan Tuhan" memang tak salah disematkan kepada rasio emas, karena rasio tersebut memang banyak ditemukan di alam semesta. Tetapi bukan berarti kita harus menuhankan dan mengagung-agungkan angka tersebut dan menggunakan rasio emas untuk memprediksi angka togel. Rasio emas hanyalah sebuah rasio yang pas untuk menghasilkan sesuatu yang balance, baik secara estetika maupun secara ilmiah.

Demikianlah tulisan singkatku kali ini. Semoga para pembaca dapat terhibur dari sekilas informasi yang agak tidak jelas ini hehe. Terima kasih telah sudi mampir!

Referensi:

Golden ratio, Wikipedia.
Fibonacci Sequence

bm

Nemo enim ipsam voluptatem quia voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores eos qui ratione voluptatem sequi nesciunt.

6 comments

  1. Menarik ilmunya sampai bisa detail menganalisa. Lanjutkannn masih butuh banyak belajar nih dari blog ini😂

    BalasHapus
  2. Semua bermula karena ke isengan orang yunani kuno.. Waduh isengnya aja berfaedah :3

    BalasHapus
  3. Wah awal baca aku kira bakal bahas konspirasi dasar otakku, btw jadi saya bisa sedikit mengerti. Lanjutkan selalu di tunggu updatenannya.

    BalasHapus
  4. Mengenai bilangan fibonacci, aku pernah baca ttg ini di majalah, waktu SD. Dan yang nulisnya, itu om Dedy corbuzier..

    kemudian, teman wakaf? cak kenal innii ahaha

    BalasHapus
  5. Wow rasanya terperanga membaca tulisan ini😮 bahasannya itu detail dan mendalam..
    Sangat keren kak👏

    BalasHapus
ads
avatar
Admin THE-Mangcoy Online
Welcome to THE-Mangcoy theme