Pilih Mana: Fokus Kuliah vs Fokus Organisasi?

Pertanyaan tersebut sering diajukan oleh mahasiswa yang baru saja berkecimpung di dunia kampus. Di satu sisi ikut organisasi adalah pengalaman yang menyenangkan dan di sisi lain tugas-tugas kuliah semakin menumpuk yang akan menyita banyak waktu untuk berorganisasi. Dilema antara kedua pilihan tersebut selalu terngiang-ngiang di kepala yang manakah harus diprioritaskan dan didahulukan. Pada kesempatan ini aku akan menyampaikan pendapatku apabila aku disuguhkan dengan sebuah pertanyaan membandingkan kedua hal tersebut.

Ikut Organisasi

Jujur aku pribadi bukanlah orang yang aktif mengikuti organisasi. Berinteraksi dengan orang-orang baru menjadi momok tersendiri bagiku. Yaps, sifat introvert di dalam diriku seolah-olah meronta-ronta jika aku dipaksakan untuk mesti berinteraksi dengan orang-orang baru yang tidak aku kenal sebelumnya. Walaupun demikian, aku masih mengikuti komunitas yang tidak membutuhkan banyak interaksi dengan orang-orang. Komunitas apakah itu? Dih kepo wkwkwk. Tetapi paling tidak aku bisa memberikan sedikit pandangan mengenai plus-minus aktif ikut organisasi di kampus.

Mengikuti organisasi bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan, dengan catatan kegiatan organisasi tersebut sesuai dengan passion calon anggotanya. Sebagai contoh, jika Anda membenci hal-hal yang berbau politik dan tidak suka banyak berinteraksi dengan banyak orang, maka sebaiknya jangan mengikuti organisasi kampus semacam BEM! Memang kata orang-orang kita mesti melangkah keluar dari zona nyaman kita, seperti memaksakan ikut klub sains padahal kepala Anda rasanya mau pecah jika harus berhadapan dengan rumus-rumus matematika. Secara teori, keluar zona nyaman semacam itu memang benar adanya. Tetapi pada realitanya? Apakah hal tersebut terjadi?

Menurutku, jawabannya tidak, Mas Bro! Sepengalamanku berorganisasi, banyak teman-temanku yang sangat bersemangat layaknya si jago merah yang enggan padam ketika awal-awal masuk organisasi. Ketika ditanya satu per satu, mereka punya banyak alasan semacam ikut-ikutan teman, biar dianggap keren, ingin coba-coba, bahkan ada yang sekedar ingin banyak kenalan biar banyak kenalan dengan cewek-cewek kemudian menjalin hubungan cinta. Mungkin sebagian orang tetap bertahan di organisasi tersebut karena telah menemukan passionnya di sana. But, most of them are gone! Kalau kita pakai istilah Wong Palembang, itu disebut sebagai anget-anget taik ayam, alias hangatnya di awal saja layaknya eeknya ayam yang baru dikeluarkan. Mengapa harus keluar dari zona nyaman selagi masih bisa memperbesar zona nyaman kita?

Oleh sebab itu, ada baiknya untuk mengikuti organisasi yang benar-benar sesuai dengan passion kita. Apalagi organisasi tersebut menjadi wadah tempat menyalurkan hobi kita. Wiiih pasti menyenangkan sekali, bukan? Hobi fotografi? Ikut klub fotografi. Hobi menulis? Ikut komunitas blogger di kampus (seperti Blogsri contohnya :3) Suka menyampaikan pendapat dan pandai Bahasa Inggris? Ikut English Debating Club. Organisasi di sini pun tak terbatas hanya di lingkungan kampus saja, loh. Menjadi anggota Ikatan Remaja Masjid sudah termasuk menjadi pengalaman berorganisasi.

Fokus Kuliah

Tim fokus kuliah seperti ini biasanya dikenal dengan KUPU-KUPU, yang artinya KUliah - PUlang - KUliah - PUlang. Istilah KUPU-KUPU semacam ini biasanya disandingkan dengan konotasi negatif. Mayoritas orang-orang mengenal mahasiswa yang KUPU-KUPU pasti kerjaannya hanya bermalas-malasan saja, tidak ada semangat untuk mengeksplor kegiatan kampus, maupun berinteraksi dengan mahasiswa-mahasiswa yang lain. Benarkah demikian?

Jawabannya belum tentu dong! Pasti ada alasan tertentu mengapa mereka selalu menyegerakan meninggalkan kampus setelah jam perkuliahan telah berakhir. Mungkin mereka bergegas menuju kantor karena mereka kuliah sambil bekerja demi memenuhi kebutuhan-kebutuhan perkuliahan secara mandiri, atau ada janji dengan seseorang yang tak dapat dilewatkan, atau bahkan memiliki suatu tanggung jawab di rumah yang sulit untuk dijelaskan. Kalau kata orang bijak, "don't rich people difficult" *eehh salah quotes hahaa maksudnya "don't judge people from its cover". Kita hanya bisa mencerca seseorang dari apa yang kita lihat dengan mata kita. Tetapi untuk urusan hati, hanya orang-orang yang bersangkutan yang lebih mengetahui. Buah durian boleh jadi bentuknya menyeramkan, tetapi isinya menyimpan sumber makanan yang manis dan enak di lidah.

Lantas bagaimana dengan tim KUPU-KUPU yang secara definisi benar-benar Kuliah - Pulang - Kuliah Pulang alias fokus dengan perkuliahan saja? Layakkah kita memberikan sentimen negatif terhadap orang-orang tersebut? Jawabannya tetap tidak boleh, guys! Mereka yang benar-benar fokus kuliah pasti memiliki alasan tersendiri mengapa tidak tertarik mengikuti kegiatan-kegiatan lain di luar jam perkuliahan. Ada salah satu temanku yang ketika saat ia duduk di bangku SMA, beliau menjadi salah satu pengurus di OSIS yang sangat aktif. Ketika beliau menjadi mahasiswa? Temanku itu tidak mengikuti organisasi apa pun di kampus dan benar-benar fokus untuk berkuliah. Alasannya? Beliau berkata karena telah bosan ikut organisasi. Mungkin alasan lain orang-orang yang fokus berkuliah saja bisa jadi mereka ingin fokus mendapatkan nilai IPK yang tinggi demi mengejar beasiswa S1 atau bahkan hingga ke jenjang S2 dan S3. Semua itu tergantung preferensi masing-masing. Apa pun pilihannya, itulah yang terbaik menurut mereka.

Pentingkah Pengalaman Organisasi?

Jika pertanyaan tersebut dicecarkan kepadaku, maka aku menjawabnya penting gak penting! Pengalaman organisasi menjadi penting apabila Anda ingin membuat daftar pengalaman organisasi yang panjang di Curriculum Vitae maupun saat presentasi paparan hahaa. Dan pengalaman berorganisasi akan menjadi sangat penting apabila Anda merupakan tipe orang-orang yang pecicilan, yang tidak bisa diam di satu kondisi, yang memiliki pemikiran dinamis dan selalu menginginkan pengalaman yang baru. Dengan berorganisasi kita diajarkan untuk menyelesaikan tugas yang dibebankan kepada kita dan melatih kita untuk menuntaskan tanggung jawab organisasi dengan tempo waktu yang telah ditentukan. Tanggung jawab tersebut tidak bisa hanya diselesaikan oleh satu orang saja, melainkan membutuhkan koordinasi dengan anggota-anggota organisasi yang lainnya. Oleh sebab itu, kemampuan berkomunikasi di sini sangat dibutuhkan.

Organisasi menjadi tidak penting apabila visi-misi organisasi tersebut tidak jelas. Misalkan sebuah organisasi yang kegiatan sehari-harinya hanya berisi amarah keangkuhan kakak tingkat terhadap junior-juniornya, atau dikenal sebagai perpeloncoan. Memangnya kita masih hidup di zaman penjajahan, you dumb b*tch? Apakah ada organisasi seperti itu? Jawabannya banyak! Di kulit luarnya terlihat baik-baik saja karena mereka berusaha sebisa mungkin untuk menutup-nutupi kebusukan mereka. Kalau semua hal tersebut terekspos, wah aku yakin bakal viral tuh. Untuk apa memaksakan ikut organisasi yang lebih banyak kerugiannya daripada kebermanfaatan yang akan kita dapatkan?

Jika ada yang mengatakan dengan berorganisasi bisa menambah relasi kita, menurutku sah-sah saja. Semakin banyak organisasi yang diikuti, kita akan semakin banyak bertemu dengan orang-orang baru. Lalu apakah dengan banyaknya organisasi yang diikuti dan besarnya jumlah relasi terhadap orang lain akan mempermudah kita mendapatkan pekerjaan? Mendapat pekerjaan akan menjadi mudah apabila kita memperbanyak jumlah orang dalam. Ada teman kuliahku yang pada masa kuliah beliau termasuk kurang menyukai kegiatan berorganisasi, tetapi sekarang ia telah bekerja di salah satu perusahaan yang benefit. Begitu pun sebaliknya, temanku yang dulunya sangat aktif berorganisasi dan memiliki relasi yang tak salah-salah hebatnya, tetapi kini masih menikmati masa freelancingnya. Oleh sebab itu, banyaknya organisasi yang diikuti ataupun relasi bukan menjadi indikator utama mengenai sulit/mudahnya mendapatkan pekerjaan.

Final Word - do what you love, love what you do

Intinya, kedua pilihan tersebut balik lagi ke preferensi masing-masing. Kalau memang suka berorganisasi dan organisasi tersebut menarik untuk diikuti, silakan ikuti. Ikutilah kegiatan-kegiatan yang ada di kampus dengan sukarela, tanpa rasa keterpaksaan di dalam hati. Tetapi yang paling penting, baik kalian yang tim KURA-KURA (KUliah-RApat-KUliah-RApat) ataupun KUPU-KUPU jangan melupakan kewajiban utama di kampus, yaitu menyelesaikan perkuliahan hingga tamat. Organisasi bukan menjadi tempat pelarian dari kewajiban kuliah yang memusingkan kepala, ataupun kuliah tidak bisa menjadi alasan untuk lepas tanggung jawab dari program kerja dari organisasi yang diikuti. Ikut organisasi tidak bertujuan untuk merepotkan anggotanya yang menjadi beban si pengikutnya, melainkan bermaksud melatih kita untuk KERJA PROFESIONAL, MANAJEMEN WAKTU, dan MENGATUR PRIORITAS.

Organisasi melatih kita untuk BEKERJA SECARA PROFESIONAL agar kita dapat membedakan mana kegiatan kuliah maupun kegiatan organisasi. Jika waktunya kuliah, ya kuliah. Jika berorganisasi, ya organisasi. Jangan campur aduk kedua urusan tersebut. Jika ada tanggung jawab organisasi yang belum tuntas, maka selesaikanlah urusanmu tersebut hingga beres. Jangan mencampur adukkan urusan kuliah dan organisasi di satu waktu, atau bahkan menjadikan kuliah sebagai tameng agar lepas tanggung jawab di organisasi.

MANAJEMEN WAKTU pun menjadi sebuah pelajaran apabila kita ikut serta dalam berorganisasi. Keikutsertaan kita kepada organisasi jelas akan menyita waktu-waktu kita beraktivitas. Oleh karenanya, komitmenkan diri kita untuk mengatur waktu beraktivitas kita secara profesional demi menunjang keanggotaan kita terhadap suatu organisasi. Ingat, semua manusia diberikan jatah waktu 24 jam untuk beraktivitas sehari-hari. Pergunakanlah waktumu sebaik mungkin.

Kuliah memang penting, karena itulah kewajiban utama kita. Tetapi tanggung jawab di organisasi tak kalah pentingnya. Oleh sebab itu, kemampuan MENGATUR PRIORITAS menjadi sangat penting di sini. Ikut kegiatan di organisasi memang menyenangkan, tetapi jangan sampai keasyikan yang berujung melalaikan tugas kuliah.

Pilih Mana: Fokus Kuliah vs Fokus Organisasi? Pilih Mana: Fokus Kuliah vs Fokus Organisasi? Reviewed by Muhammad Aldan Ihsan Darmawan on Februari 07, 2021 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.