Minggu, 11 Juli 2021

Review Film Fast & Furious 9 (2021): Film Balap Rasa Superhero

Fast & Furious 9, film legendaris sepanjang masa itulah yang menjadi film perdana yang aku review di blog ini. Bagaimana tidak, Fast & Furious hadir sejak tahun 2001, mengisi masa-masa kecilku. Bayangkan seorang bocah lelaki yang suka hal-hal yang berbau mobil-mobil balap yang kencang, disuguhkan film Fast & Furious. Tak peduli bagaimana alur ceritanya, kalau sudah mendengar gerungan mobil yang siap diajak balapan pasti akan takjub bukan main.


Nah, bagaimana pendapatku tentang film ini? Apakah nuansa balap yang telah terbentuk sejak sekuel film pertamanya, masih melekat di film teranyarnya ini? Simak tulisanku berikut ini.

Spoiler Alert!

Tulisan ini barangkali akan mengandung spoiler. Bagi yang gak mau kena spoiler, stop membaca tulisan ini! 

Sinopsis Singkat

Dominic Toretto (Vin Diesel) yang telah pensiun dari dunia aksinya, kini hidup tenang bersama Letty dan putra kecilnya, Brian. Walau demikian mereka tak mampu menolak misi menyelamatkan dunia yang dimandatkan langsung dari Mr. Nobody, terlebih-lebih Dom dan Letty merindukan kehidupan lamanya yang penuh aksi. Namun, misi tersebut tak semudah yang di bayangkan, karena mereka harus dihadapkan dengan Jakob sebagai rivalnya, adik kandung Dom yang telah lama menghilang. Selain itu juga Dom dihadapkan dengan cobaan batin yang ingin mengungkapkan misteri kematian ayahnya pada tahun 1989 silam.

My Honest Thought

Entah kenapa pada pertengahan Juni silam aku random banget, tiba-tiba kepengen nonton Fast & Furious 9 di bioskop. Walaupun tak ada teman yang menemani, tapi gak apa-apalah sesekali mencoba sensasi nonton bioskop sendirian ala jomblo :P. Film yang dulunya sangat kental dengan nuansa balap liar, yang mampu memunculkan hype racing disaat film ini ditayangkan di layar kaca, apakah kini akan mampu membangun hype tersebut dengan sekuel film kesembilannya ini? Apalagi kita mengingat bahwa sejak FF4 nuansa balapan semakin memudar, and it's getting worse on each incremental.

Film FF9 diawali dengan scene balap resmi di arena sirkuit. Apakah ini pertanda nuansa balapan akan hadir kembali di film teranyarnya ini dan menandakan Dominic Toretto kini bertobat dari balapan liar di jalan raya dan berhijrah ke balapan resmi di sirkuit? Ternyata tidak, my friends, itu hanyalah bagian dari adegan di saat kematian ayahnya Dom, Jack Toretto. Setelah dari situ? Adegan-adegan film hanya berpusat ke aksi-aksi tim Dominic Toretto dalam misi menyelamatkan dunia. Dulu adegan balapan menjadi pusat perhatian di film ini, kini hanyalah sebuah "cameo" pemanis alur cerita agar film tersebut tetap dibilang sebagai "film bertema kebut-kebutan".

Alur cerita yang maju-mundur menurutku ditampilkan sangat rapi dan mampu menggiring emosi para penonton. Alur cerita yang didesain sedemikian rupa diperlukan untuk menyampaikan kisah masa silam dimana ayahnya Dom, Jakob, dan Mia tewas akibat kecelakaan yang dialami ketika balap sirkuit, dan bagaimana peran Dom & Jakob atas kejadian tersebut. It isn't complex storyline nor simple, tapi penonton masih bisa mengikuti alur ceritanya.

Apakah film yang mampu mengantongi keuntungan kotor lebih dari 700 juta dolar ini tampil perfect tanpa kekurangan? Jawabannya tidak! Sebagian dari fans Fast & Furius garis keras mengatakan inilah sekuel terburuk yang pernah ada. Bagaimana tidak, film yang dulunya berkiblat ke dunia malam balap liar yang dipenuhi mobil-mobil modifikasi yang penuh warna dan lampu neon, kini hanya berupa film aksi superhero yang begitu-begitu saja. Average virgin troublemaker vilain vs Group of indestructible superheroes chad. Belum lagi pemilihan karakter dan alur ceritanya yang rada maksa. John Cena (Jakob) yang "dipaksa" menjadi adiknya Dom, dan jurus andalan menghidupkan orang mati kini dipakai untuk menghidupkan Han, yang lagi-lagi dipaksa agar sesuai dengan alur cerita.

Loh, Om Dom ngapain nodong pistol ke udara kosong?😁😁

Beberapa hari sebelum menonton FF9, aku sempat melihat meme tentang Fast & Furious yang mengatakan dulu mereka balapan di jalan raya, balapan melintasi antar gedung pencakar langit (FF7), dan hingga mereka balapan ke luar angkasa. But in this movie, they literally send people to the space! Dulu orang-orang ini ialah hanya sekumpulan grup mekanik yang ahli permesinan di kendaraan bermotor, sekarang mereka telah menjadi seorang rocket scientist.

Conclusion

Apakah film ini layak buat ditonton? Menurutku tergantung dari apa yang mau dicari dari film ini. Kalau Anda nonton hanya sekedar ingin menikmati adegan aksi yang menegangkan, film ini layak ditonton. Adegan aksi yang menakjubkan, benar-benar berbeda dari sebagian besar film aksi yang pernah aku tonton. 8 out of 10 kalau menilai dari segi aksinya.

Jika nuansa balapan yang kental layaknya sekuel pertama hingga ketiga yang Anda cari? Jangan harap akan menemukannya disini. Lupakan sebuah Toyota Supra yang sedang kebut-kebutan di trek 1/4 mil melawan Dodge Charger miliknya Dominic Toretto ataupun Nissan Skyline GT-R R34 yang sedang adu kencang di jalan raya Kota Miami. Kini, nikmati sebuah Ford Mustang yang melayang di udara, lalu ditangkap oleh pesawat jet layaknya seekor elang membawa mangsanya.

Film yang dikenal sebagai kebut-kebutan mobil telah bertransformasi menjadi film penyelamatan dunia yang aksi-aksinya layak seorang superhero yang tak masuk akal bagi orang-orang biasa. Itulah mengapa di judul tulisan ini, aku menyematkan sebutan bagi film Fast & Furious 9 sebagai "Film balap rasa superhero". Menghancurkan beberapa mobil akibat tabrakan disaat kebut-kebutan? Meh. Satu gedung hancur lebur akibat aksi sang aktor yang sangat ekstrim? Nope. Menghancurkan separuh infrastruktur kota dengan merusak jalan raya dan memutuskan sambungan listrik kota? Ini baru film aksi!

Overall, aku menilai film ini dengan angka 4 dari 10 skala penilaian. Mengapa demikian? Franchise Fast & Furious yang aku kenal merupakan sebuah film yang menceritakan tentang permasalahan seputar balap liar yang berpotensi memicu kriminalitas, bukan sebuah film yang aktornya mampu beraksi di luar nalar manusia biasa dan tak mati-mati walaupun diserang bertubi-tubi mara bahaya. Kalaupun mau nonton film laga superhero dalam misi penyelamatan dunia, masih banyak franchise-franchise superhero yang sangat terkenal seperti sekuel Avengers.

***

Demikianlah review film perdana di blog ini. Walaupun masih berantakan dan kekurangan disana-sini, semoga para pembaca dapat terhibur dengan tulisan ini. Apakah Anda telah menonton Fast & Furious 9? Bagaimana pendapat Anda tentang film ini? Ayo bagikan pendapatmu di kolom komentar berikut!

bm

Nemo enim ipsam voluptatem quia voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores eos qui ratione voluptatem sequi nesciunt.

2 comments

  1. Pengen nonton, tapi nunggu bajakannya rilis aja deh #ehhh

    BalasHapus
  2. Ngasih rating-nya kecil juga ya wkwk

    Gak sempet-sempet mau nonton ini di bioskop, sekarang dah PPKM Darurat :')

    BalasHapus
ads
avatar
Admin THE-Mangcoy Online
Welcome to THE-Mangcoy theme