Rabu, 22 September 2021

Review NVIDIA GeForce 210: Kartu Grafis Terburuk Sepanjang Masa

Review NVIDIA GeForce 210 di Tahun 2021 - Di dunia PC Gaming, kartu grafis, atau yang sering kita kenal sebagai VGA adalah menjadi komponen terpenting di PC kita. Sekencang apapun prosesor komputer kita, game tidak akan berjalan dengan lancar jika komputernya tidak dilengkapi dengan VGA yang mumpuni. Para gamer rela menghabiskan jutaan rupiah demi memboyong VGA terbaik di pasaran, demi mendapatkan pengalaman gaming yang memuaskan. Namun, nasib graphics card kini berada di ambang kelangkaan akibat ulah para penambang crypto yang membeli VGA dalam skala besar, dan diperparah oleh para penimbun VGA sehingga menyebabkan harga kartu grafis ini semakin melonjak.

NVIDIA GeForce 210

Pada kali ini aku akan mereview sebuah VGA yang cukup dikenal oleh kalangan IT enthusiast. Saking terkenalnya, VGA ini masih dijual secara brand new selama kurang lebih enam tahun sejak pertama kali dirilis. Siapakah gerangan? Ialah sebuah legenda yang tak ada yang menginginkannya, yaitu NVIDIA GeForce GT 210, atau terkadang dikenal sebagai NVIDIA GeForce 210.

Overview

NVIDIA GeForce 210 (selanjutnya disebut G210) dirilis pada tahun 2009 yang mengisi segmen VGA low-end hemat daya yang berbasis arsitektur Tesla. NVIDIA sendiri menghadirkan varian DDR2 dan DDR3 untuk tipe chip memorinya, dan dengan kapasitas 512 MB dan 1 GB. GeForce 210 ini sendiri tidak difungsikan untuk gaming, melainkan hanya sekedar display adapter yang hemat daya.

NVIDIA GeForce 210 sangat populer di kalangan pengguna komputer karena VGA ini termasuk VGA paling murah di pasaran, bahkan enam tahun setelah perilisannya pun VGA ini masih bisa dibeli secara baru. Padahal VGA NVIDIA terbaru pada saat itu telah rilis 600-series.

Ketidaktahuan para gamer newbie terhadap komponen PC, yang beranggapan semua VGA bisa mendongkrak performa gaming. Apalagi dengan embel-embel "PC Gaming dengan VGA 1 GB!". Padahal, bisa saja VGA 1 GB tersebut hanyalah G210 yang berperforma rendah. Oleh sebab itu, reviewku kali ini bertujuan untuk melihat seberapa buruk sih performa G210 ini? Apakah klaim semua VGA mampu mendongkrak performa gaming itu benar?

Benchmark

Tak banyak pengetesan yang aku lakukan pada benchmark kali ini. Hanya melihat seberapa mampu VGA ini diajak main game. Spesifikasi komputer pengujian pun hanya sekedar komputer lawas milik aku pribadi, dengan spesifikasi lengkapnya sebagai berikut.

CPU : Intel Core i5-3470@3.20 GHz
Motherboard : Gigabyte H61M-DS2
RAM : Visipro 4 GB DDR3 PC-10600
V-GeN 4 GB DDR3L PC-12800
(Dual Channel)
Storage : MidasForce SSD 128 GB
Seagate Barracuda 500 GB
VGA : NVIDIA GeForce 210 512 MB DDR2 64-bit
Intel HD Graphics 2500

Not a latest and greatest PC, namun kurasa spesifikasi yang "agak potato" seperti itu sudah lebih dari cukup untuk mengeluarkan segala potensi dari VGA low power ini. GeForce 210 yang aku uji coba kali ini berspesifikasi VRAM 512 MB DDR2 dengan bus 64-bit, yang diproduksi oleh produsen yang tak dikenal. Yaps, bukan G210 versi terkencangnya, namun perbedaan performa antara 512 MB DDR2 vs 1 GB DDR3 kinda negligible, terutama untuk penggunaan gaming di tahun 2021 ini.

NVIDIA GeForce 210 hanya mendukung DirectX 10.1 dan kebawah. Jadi jangan harap kalian bisa memainkan game-game modern yang memerlukan DirectX 11 atau bahkan DirectX 12. Sebagai perbandingan, Integrated graphics bawaan dari prosesor Ivy Bridge juga turut diikutsertakan dalam benchmark kali ini untuk melihat seberapa "baik"-kah G210 ini memberikan peningkatan performa gaming dibanding si Intel HD Graphics yang terkenal atas kepotatoannya.

Grand Theft Auto V

Game yang telah berumur 8 tahun ini masih saja banyak pemainnya, dan sebagian gamer menganggap GTA V adalah game yang terlalu berat untuk dimainkan di PC-nya. Bagaimana sensasi gaming GTA V dengan NVIDIA GeForce 210?

It's suck, very unplayable. Anda harus puas dengan framerate rata-rata yang bertengger di angka belasan, walaupun semua pengaturan grafis telah diatur yang terendah. Framerate yang buruk diperparah oleh input keyboard yang semakin lama semakin tidak sinkron, sehingga karakter Trevor Phillips yang kumainkan sejatinya yang tak terkendali kini makin tidak terkendali.

Yang lebih mengejutkan, Intel HD Graphics 2500 mampu menghasilkan FPS rata-rata lebih baik ketimbang G210, walaupun kedua grafis tersebut sama-sama memberikan pengalaman gaming yang unplayable. Seolah-olah penambahan kartu grafis tidak menjadikan performa gaming menjadi lebih baik, malah lebih buruk daripada VGA integrated.

Counter Strike:Global Offensive

Game tembak-tembakan yang kini telah tersedia gratis di Steam ini sebenarnya cenderung ramah terhadap graphics card, karena game CS:GO lebih mengutamakan kekuatan processor. Apakah GeForce 210 mampu menjalankan game ini?

Jawabannya adalah Ya, CS:GO bisa dimainkan dengan VGA G210 jika mata Anda nyaman dengan FPS rata-rata 20an. Aku mengujinya di server offline melawan bot. Lumayan cukup lah buat menumpas bot-bot noob level easy, tetapi aku sangat tidak menyarankan bermain di server online kalau tidak mau Anda yang ditumpas oleh pemain-pemain lainnya. Dan lagi-lagi, Intel Graphics milik Ivy Bridge mampu memberikan FPS rata-rata hampir dua kali lipatnya G210 dan pengalaman bermain game yang lebih baik. Such a useless upgrade, isn't it?

Browsing, YouTube & 2D html5 Game

Penggunaan sehari-hari seperti berselancar di internet rasanya tak ada yang beda dengan atau tanpa VGA GeForce 210. Begitu juga dengan YouTube. Menonton video 4K 60FPS pada keduanya dapat diputar dengan lancar. Entah apakah hal ini dikarenakan video YouTube diolah oleh prosesor.

Iseng-iseng nyobain main game browser 2D di paper-io.com. Dengan resolusi 1920×1080, aku melihat gerakan game lebih sering patah-patah disaat menggunakan VGA NVIDIA GeForce 210. Mungkin jika dimainkan dengan resolusi yang lebih rendah, G210 sudah sangat mumpuni sebagai VGA Browser 2D Gaming.

Conclusion

Gaming dengan NVIDIA GeForce 210 bukanlah pilihan yang bijak, karena sejatinya VGA ini didesain agar hemat daya listrik yang fungsinya sekedar untuk menjadi display adapter. Kenapa VGA ini bisa menyemat gelar "kartu grafis terburuk sepanjang masa"? Padahal masih banyak VGA-VGA yang lebih usang, yang performanya jauh lebih buruk dari G210.


Sebenarnya tak ada yang salah dengan GeForce 210, namun klaim beberapa penjual nakal yang bilang "upgrade komputermu dengan VGA GeForce 210, dijamin gaming makin mantap", atau "Dijual PC Gaming Core i5 VGA 1GB" padahal isinya NVIDIA GeForce 210. Dari hasil pengujian sederhana yang aku lakukan, membuktikan gaming dengan Intel HD Graphics 2500 milik Core i5-3470 Ivy Bridge jauh lebih baik ketimbang dengan NVIDIA GeForce 210. Jadi, bagi yang memutuskan buat upgrade PC gamingnya dengan G210, it's kinda useless. Mungkin sebab inilah orang-orang pada menyematkan gelar "Kartu Grafis Terburuk Sepanjang Masa" buat VGA ini.

Lantas, buat siapa kah VGA NVIDIA GeForce 210 ini? Seperti yang aku katakan sebelumnya, G210 hanya cocok digunakan sebagai display adapter. Misal, mungkin Anda ingin memasangkan dua monitor di komputer Anda, yang mana sebagian besar motherboard murah, terutama buat CPU keluaran lama hanya menyediakan satu port display. Bahkan terkadang tidak menyediakan port HDMI, yang mana sangat disayangkan, terutama bagi pengguna monitor LCD Full HD keluaran baru.

Atau mungkin grafis internal komputer Anda sangat lelet dan jadul, seperti yang sering kita temui di chipset-chipset prosesor generasi Intel Core 2 Duo. Terkadang kartu grafis tersebut tidak memiliki dukungan driver yang bagus sehingga menjadi penghambat jika Anda ingin menginstal Windows 10 di PC tersebut. Solusinya? NVIDIA GeForce 210 menjadi solusi murah dan tepat untuk memberikan masa pakai ekstra di komputer lawas tersebut, apalagi NVIDIA memberikan dukungan driver Windows 10 untuk G210 sehingga PC usang keluaran tahun 2008 ke bawah bisa kita pakai untuk kegiatan ringan sehari-hari dan menjalankan Windows 10 dengan lancar.

***

Nah, itulah tadi sedikit Review NVIDIA GeForce 210 yang masih abal-abal dan sederhana ini. Apakah Anda juga pengguna VGA GeForce 210? Yuk coba share suka-duka dengan VGA ini di kolom komentar!

bm

Nemo enim ipsam voluptatem quia voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores eos qui ratione voluptatem sequi nesciunt.

Posting Komentar

ads
avatar
Admin THE-Mangcoy Online
Welcome to THE-Mangcoy theme