Review Lenovo Thinkpad X230: Laptop Murah Terbaik Tahun 2020!

Review Lenovo Thinkpad X230 - Reviewww, reviewww, and revieewww 👏👏!! Melanjutkan segmen review laptop, kini kita kedatangan tamu spesial yang bernama Lenovo Thinkpad X230 (lebaayy). Pada kesempatan sebelumnya, aku telah mengulas Lenovo Thinkpad X220, yang mana laptop itu adalah laptop pribadiku yang aku beli demi menunjang kebutuhan komputasiku ketika aku sedang bernomaden, and also mendapatkan penilaian positif dari aku. Nah, kini aku akan me-review adik kandungnya sendiri, yaitu Lenovo Thinkpad X230. Ya, kedua laptop tersebut hanya berbeda satu generasi, yang mana X230 ini lebih anyar ketimbang X220 milikku. Walaupun kalau dihitung dari tahun rilisnya, kedua laptop tersebut layak mendapatkan predikat laptop tua. Namun, apakah X230 ini masih membawa ke'spesial'an dari kakaknya itu? Dan apakah juga akan membawa perbaikan-perbaikan/peningkatan dari iterasi sebelumnya? Mari simak tulisan berikut ini.

Review Lenovo Thinkpad X230

Sedikit bercerita, laptop Lenovo Thinkpad X230 ini sebenarnya adalah milik temanku. Beliau juga baru membeli laptop ini berkat ratjoen yang aku sebarkan kepada beliau wkwk. Kalau laptop X220-ku itu aku beli di toko online, sedangkan temanku membelinya di toko offline yang berada di Kota Palembang. Enaknya belanja di toko offline adalah kami bisa melihat-lihat langsung si calon incaran laptop, bernego dengan penjualnya langsung, dan meminta laptop gratis ke kakaknya kalau kedepannya ada kerusakan, perbaikan, terutama klaim garansi mudah dilakukan. O iya nama toko tempat kami berbelanja adalah Lingkom Palembang, cek IG nya gan setelah membaca postingan ini, yang beralamatkan di Jalan Lunjuk Jaya, dekat UNSRI Bukit lah pokoknya. Temanku merogoh kocek sebesar Rp2.850.000 demi menebus Lenovo Thinkpad X230 ini. Jika dibandingkan dengan toko daring yang populer, harga yang ditawarkan cenderung lebih tinggi, dengan selisih sekian ratus ribu saja. Ya ngga apa-apalah agak mahal sedikit, tetapi letak toko yang dekat dengan tempat tinggal, garansi mesin 30 hari, serta seller memberikan bonus-bonus seperti diskon servis laptop dan install ulang free selamanya, menurutku selisih harga tersebut Worth It!

Dari segi body, lumayan mulus-lah. Standar laptop seken, yang mana terdapat lecet disana-sini, alias lecet pemakaian. Yang paling mencolok adalah keyboard yang mulai licin-licin. Ini menandakan keyboard yang mulai aus akibat sering dipakai. Ya walaupun ngga terlalu parah sih, tapi cukup kurang sedap dipandang kalau kita memasati laptopnya dengan seksama. Tapi ngga masalah, overall masih mulus, ngga ada body yang pecah/retak maupun defect di bagian layar.

Bagaimana spesifikasi unit yang aku review ini? Check this out!

  • CPU: Intel Core i5-3320M @2.60 GHz
  • RAM: 4 GB DDR3 (Dual Channel)
  • VGA: Intel HD Graphics 4000
  • HDD: 320GB
  • Layar: TN Display 1366x786

First Impression

Saat pertama kali melihat unitnya, aku merasa ini barang benar-benar mirip dengan X220. Mulai dari bentuk body-nya, letak port-port-nya, bahkan bagian bawah laptopnya pun, termasuk baut-baut dan posisi penutup RAM-nya pun mirip dengan X220. Namun ketika membuka laptopnya, disini baru terlihat letak perbedaannya. Yang paling mencolok adalah desain keyboard-nya! X230 telah menggunakan keyboard terbaru yang dinamakan Island-Type Style. Perubahan desain keyboard ini menuai kritikan dari sebagian orang, yang dikarenakan seolah-olah Lenovo melupakan bahasa desain Thinkpad klasik dari IBM, dan juga beberapa orang juga mengaku feeling mengetik dengan desain keyboard baru ini lebih buruk ketimbang Classic 7 Row. Benarkah demikian?

Aku pun dibuat penasaran dengan pendapat orang yang mengatakan Island-Type Style ini lebih buruk ketimbang Classic 7 Row. Dan benar saja, aku merasa agak kagok memakai keyboard-nya X230 ini, mengingat aku yang sudah punya X220 selama hampir tiga minggu, serta aktivitas blogging-ku pun aku lakukan di laptop tersebut karena aku sudah nyaman dengan keyboard-nya. I feel like older style is little bit better than newer one, bukan berarti papan ketiknya X230 jelek ya. Tapi jangan salah, jika dibandingkan dengan keyboard laptop-laptop consumer grade, semacam Lenovo Ideapad maupun Asus Vivobook, this keyboard still much better than them! Pokoknya, untuk urusan keyboard, Thinkpad memang rajanya wkwk. O iya by the way, laptop temanku juga memiliki keyboard ber-layout Jepang. Entah mengapa akhir-akhir ini keyboard Jejepangan begitu populer(?)

Keyboard Lenovo Thinkpad X230 ber-layout Jepang. Tuts yang licin-licin menunjukkan keyboard yang sudah aus akibat sering dipakaian.

Dari segi build quality, mirip-mirip lah dengan X220. Body keras nan tangguh, serta diikuti dengan uji coba grade MIL-SPEC sehingga menambah ketahanan laptop di lingkungan ekstrim sekalipun. Aku merasa ngga ada semacam penurunan kualitas disini jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Baik X220 maupun X230 memiliki build quality yang setara.

Untuk fitur-fitur lainnya, X230 masih membawa segala perlengkapan dari generasi sebelumnya. Pilihan port-nya juga begitu, termasuk tata letaknya sangat mirip dengan X220! Yang membedakannya adalah kehadiran Display Port pada X220, kini digantikan dengan Mini Display Port, dan kedua USB di sebelah kanan laptop sudah mengusung USB 3.0, sehingga untuk pilihan port-nya sendiri adalah 2 buah USB 3.0, VGA, Mini Display Port, SD Card Reader, Ethernet, Headphone/Microphone, dan Power.

Pilihan Port Lenovo Thinkpad X230

Selain itu, ThinkLight, Si Lampu Kecil yang menyinari keyboard dan gelapnya malam, turut hadir di seri X230 ini. For your information saja nih, Thinkpad generasi xx30 merupakan generasi terakhir yang menyertakan ThinkLight. Generasi selanjutnya maupun yang terbaru? Either you get nothing, or backlight keyboard option. Sangat disayangkan sih sebenarnya, atas kehilangan si ThinkLight-nya ini. Tapi mau dikata apa, mungkin pihak Lenovo mau mengikuti tren yang ada, dan ThinkLight dirasa terlalu kuno untuk laptop-laptop zaman now. Tetapi di X230, tersedia juga opsi keyboard yang ber-backlight maupun tidak. Namun sayangnya, unit yang aku review memiliki keyboard tanpa backlight. Jangan bersedih jangan risau, jika mau tampil modern, cukup belikan keyboard X230 yang memiliki backlight, bongkar-bongkar dikit, ganti, voilà! You get the backlight one. Mau merasakan sensasi Classic 7 Row keyboard? Di internet bertebaran cara mengganti keyboard Thinkpad X230 dengan keyboard milik X220. Beli komponen yang diperlukan, bongkar-bongkar, modif sana modif sini, ikuti tutorial, and then X230 Anda tampil klasik, namun dengan jeroan yang lebih anyar. Modern bisa, klasik bisa. Sweet!

Thinkpad seri xx30 adalah seri terakhir yang masih menyediakan fitur ThinkLight

Pada bagian cover lid, Lenovo memberikan sentuhan finishing semacam karet berwarna hitam doff. Finishing karet ini memberikan kesan mewah ketika dipegang. Namun sayangnya, finishing semacam itu mengharuskan Anda untuk memberikan perawatan ekstra, karena finishing ini sangat mudah lecet. Bahkan dengan sedikit menggaruknya dengan kuku, akan memberikan bekas pada finishing-nya.

Menurut analisa sederhanaku, Lenovo masih mempertahankan bahasa desain Thinkpad klasik untuk seri X230 ini, tetapi dengan sedikit sentuhan modernisasi ala laptop-laptop baru lainnya. Ya walaupun pemugaran semacam itu harus mengorbankan fitur-fitur klasik yang dapat dikatakan sebuah fitur ikonik yang dibawa Thinkpad sejak era IBM. Jadi dapat dikatakan, Lenovo Thinkpad X230 adalah sebuah laptop seri X yang berada di transisi antara desain klasik dengan desain lebih baru nan modern.

Trackpoint menjadi sebuah ciri khas dari seri Thinkpad.

Performance

Laptop ini ditenagai oleh prosesor Intel generasi Ivy Bridge. Walaupun berasal dari generasi lawas, prosesor yang diusung laptop ini memiliki suffix M di nama prosesornya. Apa sih kelebihannya? Mobile processor besutan Intel tersebut memiliki TDP sebesar 35 W ketimbang prosesor-prosesor mobile yang lebih baru dengan suffix U, dengan TDP kurang lebih sekitar 15 W saja. Loh lebih boros dong? Sebenarnya, iya sih. Tapi dengan TDP yang lebih tinggi, prosesor memiliki headroom yang lebih lega untuk mengeluarkan segala potensi performanya, tanpa khawatir akan terjadi throttling. Sehingga Core i5 lawas ini pun mampu mengungguli prosesor mobile dual core terbaru sekalipun yang memiliki kode akhiran U. Ini layak disebut sebagai tua-tua keladi!

Thinkpad X230 ini dibekali dengan pemroses grafis yang ter-built in dari prosesornya, yaitu Intel HD Graphics 4000, cukuplah membantu kinerja laptop agar menayangkan video YouTube secara jelas. Untuk gaming? Big no no. Gim-gim lawas semacam GTA San Andreas masih bisa dimainkan dengan nyaman. But latest and greatest game ever released? If you consider below 10 FPS is an playable framerate, or you want to fry your own X230, just go on try it, yaa mengingat X230 ini tidak didesain sebagai laptop gaming.

Laptop ini juga dipasangkan dengan RAM DDR3 sebesar 4GB berkonfigurasi dual channel. Sayangnya laptop ini keburu aku kembalikan ke temanku, sehingga ngga sempat buat mengecek berapa speed RAM yang digunakan. Upgrade RAM juga sangat mudah dilakukan karena tersedia pintu khusus untuk mengakses RAM. Slot yang disediakan pun ada 2 buah, sehingga laptop ini mampu menerima RAM hingga 16 GB. Kalau untuk keperluan mengetik, mengerjakan tugas, atau browsing-browsing ringan, 4 GB cukuplah, dengan catatan untuk memastikan tidak ada aplikasi lain pemakan RAM yang berjalan secara background.

Unit yang aku ulas kali ini juga hanya dipasangkan dengan hard disk berkapasitas 320 GB saja. Bukan sebuah kapasitas yang "wah" untuk standar tahun 2020, tetapi cukuplah buat nyimpan-nyimpan file dokumen serta menginstal beberapa aplikasi. Namun apabila Anda menginginkan performa yang lebih ngebut, bisa dilakukan dengan mengganti WWAN card dengan SSD mSATA agar laptopnya berkonfigurasi dual storage. Jika penggantian tersebut dirasa terlalu merepotkan, cukup mengganti HDD default-nya dengan SSD 2.5 inch SATA. Di tulisanku ini membuktikan, apapun laptopnya, jika sudah dipasangkan dengan SSD akan membuat performa laptop menjadi lebih responsif dan ngebuttss.

Benchmark

Perlakuan benchmark kali ini ngga terlalu muluk-muluk karena aku malas mengunduh dan menjalankan aplikasi benchmark banyak-banyak, cukup Cinebench R15 & R20 menjadi gambaran how fast this old processor is.

Cinebench R15



Hasil perolehan skor benchmark yang tidak mengecewakan, bahkan mampu mengungguli budget processor AMD terbaru sekalipun!

Dari hasil benchmark menggunakan Cinebench R15, Thinkpad ini berhasil menorehkan skor benchmark 266 cb. Hasil skor yang diperoleh ini menurutku cukup menakjubkan, mengingat prosesor ini dirilis sekitar 8 tahun yang lalu (sejak tulisan ini diposting). Jika kita perhatikan, skor yang diperoleh oleh laptop ini mampu menyaingi prosesor-prosesor mobile dual core modern sekalipin! Wow, it still packs a lot of punch.

Cinebench R20 


Next adalah Cinebench R20. Walaupun sebenarnya unnecessary karena CB R15 sendiri sudah menggambarkan kemampuan prosesor Thinkpad X230 ini. Masih dengan kesimpulan yang sama, yaitu i5-3320M punya Thinkpad ini tidak ketinggalan dari prosesor-prosesor dual core yang terbaru pun. Ya walaupun secara skor harus "sedikit" tunduk dengan prosesor i5 yang telah berlitografi 14nm maupun Zen Core Architecture-nya AMD, tetapi selisih itu ngga begitu terasa di pemakaian daily usage.

Daily Usage

Ngomong-ngomong tentang daily usage, laptop ini cukuplah buat diajak perang di ranah dunia internet. Saat aku me-review Lenovo Thinkpad X220 saja aku berkesimpulan laptop tersebut masih sangat enak dipakai untuk menyelesaikan tugas-tugas komputasi ringan, seperti browsing, mengetik, dan lain sebagainya, apalagi si adik penerusnya ini. Didukung oleh Intel HD Graphics 4000 yang katanya dua kali lebih cepat daripada Intel HD Graphics 3000 miliknya X220, membuat experience berinternet ria sedikit lebih lancar di X230.

Hal yang paling terasa dari laptop ini adalah keterbatasan RAM yang hanya sebesar 4GB. Windows 10 ini kayanya sangat mencintai ruang kosong RAM, ditambah Google Chrome sang pemakan memori, boom auto full RAM nya. Memori yang penuh sebenarnya tidak terlalu mengganggu stabilitas kinerja sistem operasi. Laptop masih bisa digunakan karena Windows 10 akan membuat cache alias Page File di hard disk/SSD laptop demi menaruh bit-bit informasi yang seharusnya diletakan di RAM. Nah, karena Page File inilah akan memberatkan storage, terutama yang masih menggunakan HDD, bakal lebih terasa lemotnya. Melakukan upgrade RAM bisa menjadi opsi jika kalian mengutamakan kinerja multi-tasking.

Secara keseluruhan, desain X230 ini mirip dengan Thinkpad X220 milik pribadiku itu. Hanya saja desain keyboard yang telah mendapatkan sentuhan pemutakhiran. But overall, experience daily usage-nya mirip-mirip lah dengan X220 yang telah aku ulas sebelumnya. Silahkan lihat review-nya disini.

Kesimpulan

Menurutku, Lenovo Thinkpad X230 ini layak disebut sebagai best cheap-o laptop in 2020. Mengapa demikian? Cukup mahar sekitar 2,5-3 jutaan (tergantung kondisi dan spesifikasi, versi i7 & layar IPS jelas lebih mahal) sudah bisa membawa pulang laptop yang memiliki build quality nomor wahid, performa yang kencang, dan pilihan upgrade yang sangat luas. Memang sih ada penerus si X230 ini, seperti Lenovo Thinkpad X240 dan X250 yang berada di rentang harga 3-4 jutaan. Namun kedua sang penerus itu mengorbankan kemudahan upgrade layaknya laptop-laptop pendahulunya, seperti slot RAM yang hanya satu buah dan mewajibkan untuk membongkar seluruh body bagian bawah demi mengakses hard disk dan RAM. Belum lagi prosesor Ultra Low Voltage yang diusung si penerusnya cenderung memiliki performa lebih lambat daripada i5-3320M yang bertenaga 35 W ini. Sebab itulah mengapa X230 layak kusebut sebagai laptop murah terbaik di Tahun 2020.

Abaikan barcode yang mengganggu itu.

Kesimpulannya, Lenovo Thinkpad X230 adalah laptop yang wajib Anda jadikan pilihan nomor satu jika sedang hunting laptop dengan budget 3 juta kebawah. Intel Core i5-3320M yang diusungnya itu masih memiliki performa yang mantap, siap diajak tempur kesana kemari menghadapi segala tugas-tugas Anda yang membutuhkan kemampuan sebuah komputer. Jika Anda pecinta Thinkpad, dan tidak mempermasalahkan jenis keyboard yang digunakan, Lenovo Thinkpad X230 benar-benar recommended buat dibeli. Sesuai dengan pernyataanku diatas, walaupun desain keyboard baru ini ngga seenak si Classic 7 Row, tetapi jika membandingkannya dengan laptop-laptop consumer lainnya, X230 masih menang telak.

Kelebihan dari laptop ini adalah:

  • Harga yang murah.
  • Performa prosesor terbaik di rentang harga yang sama.
  • Upgradibility yang mantap.
  • Easy to mod.
  • Ukuran yang kecil, ringan, mudah dibawa kemana-mana.
  • Build quality.
Kekurangannya adalah:
  • Layar TN display yang lebih inferior ketimbang yang berjenis IPS, sehingga mempengaruhi view angle & keakuratan warna.
Dua kakak beradik, Lenovo Thinkpad X230 (kiri) dan X220 (kanan)

Jikalau dana terbatas, memang membeli laptop bekas adalah sebuah langkah yang tepat, ketimbang memaksa beli laptop baru tetapi performa yang lambat & kualitas yang seadanya. Intinya, seorang pembeli harus pintar-pintar dalam memilih calon perangkat kerjanya itu. Yang pasti, belilah di penjual yang terpercaya, yang berani memberikan garansi terhadap unit yang dijualnya, dan jujur terhadap kualitas produk yang dijualnya. O iya satu lagi, pastikan selalu tau harga pasaran laptop bekas, baik laptop yang tua, spek kentang, hingga spek dewa nan kencang. Jangan malah Anda membayar uang yang ngga sedikit, tapi malah mendapatkan laptop yang kualitas & spesifikasi yang seadanya. Untuk itu, selalu konsultasikan calon perangkat yang ingin Anda beli kepada orang yang lebih paham mengenai hal tersebut, atau bisa baca-baca review laptop, yang salah satunya ada di blog THE-Mangcoy ini, hehe.

Review Lenovo Thinkpad X230: Laptop Murah Terbaik Tahun 2020! Review Lenovo Thinkpad X230: Laptop Murah Terbaik Tahun 2020! Reviewed by Muhammad Aldan Ihsan Darmawan on Oktober 30, 2020 Rating: 5

6 komentar:

  1. Oh berarti harga 2.8 juta ini laptop Lenovo x230 second ya kang, kirain aku baru, kok laptop sudah murah dibawah tiga juta, eh ternyata second.😁

    Buat laptop ram 4 GB itu kecil ya, tapi kalo buat hape mah udah kencang itu. Tapi enaknya kalo laptop bisa di upgrade ram nya, kalo hape ngga bisa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa seken. Bisa juga si dapetin laptop baru dibawah harga 3 juta, gratis malah. Caranya harus belajar nodong dulu om wkwkwk

      Wah ada om agus nih. Makasih om atas kunjungannya 😁

      Hapus
  2. Saya pernah punya Lenovo. Sebagian besar bodinya plastik trus laptop banyak pecah di sana sini wkwkw. Tapi kalo untuk Thinkpad ini cukup oke lah, apalagi di rentang harga segitu. Kalau kebutuhan nya ringan dan simpel banget, laptop ini cocok.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo lenovo ideapad memang kualitas body plastiknya kayak kerupuk wkwk
      Kalau thinkpad, apalagi masih desain klasik (xx30 kebawah), bodynya udah kayak tank. Walaupun sekedar dibaluti plastik, namun dalamnya dikasih rangka magnesium roll cage~

      Hapus
  3. Sudah 6 bulan pakai laptop ini.
    Beli dapat di 2,7 jt. Spek masih standar. Sebulan pakai, ngerasa lemot karena banyak multi tasking. Akhirnya upgrade ke RAM 16GB, SSD 512 GB. Langsung tancap gas. LOL
    Pemakaian untuk Software pemetaan (ArcGIS), gabungin foto drone (Agisoft) lancar jaya.
    Senengnya, bisa ditenteng kemana-kemana (seringnya ke lapangan - hutan, ga khawatir rusak (daripada bawa laptop gaming yang eman-eman kalau rusak di lapangan).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mantap jiwaaaa bang thinkpadnya
      Thinkpad memang cocok buat diajak kerja keras semacam itu, apalagi dibawa ke lingkungan ekstrim sekalipun.
      Semoga selalu awet Thinkpadnya wkwk

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.