Minggu, 02 Januari 2022

Review Lenovo Thinkpad X240 Seri Intel Core i3

 Review Lenovo Thinkpad X240 - Pada kesempatan yang lalu aku sempat mereview duo seri Thinkpad kakak-beradik, yang menjadi favorit bagi para penggemar Thinkpad, yaitu Lenovo Thinkpad X220 dan Lenovo Thinkpad X230. Nah segmen review laptop kali ini, aku akan mengulas Thinkpad X-series penerus duo Thinkpad tersebut, yaitu Review Lenovo Thinkpad X240. Meskipun Lenovo Thinkpad X240 menjadi penerus X220 maupun X230 dan membawa pembaruan-pembaruan dari seri sebelumnya, X240 agak kurang diminati oleh para pecinta Thinkpad, bahkan seri yang mesti dihindari. Mengapa demikian? 

Review Lenovo Thinkpad X240

Pada Thinkpad seri xx40, Lenovo nampaknya sedang bereksperimen dengan jajaran seri Thinkpad, termasuk Thinkpad X240 yang terkena imbasnya. Bagaimana tidak, di seri keempat ini Lenovo mulai menanggalkan sebagian besar fitur ikonik yang tersemat di Thinkpad, seperti absennya ThinkLight dan tiga tombol Trackpoint yang turut menghilang. Lenovo juga mulai berkiblat ke konsep Ultrabook, sehingga jajaran Thinkpad yang terkenal berdesain bulky dan kokoh, kini memiliki desain yang tipis dan ringan. Apakah perubahan konsep desain tersebut berdampak pada kualitas material yang menurun? Layakkah Lenovo Thinkpad X240 "as my daily driver laptop" walaupun kurang disukai oleh para pecinta Thinkpad? 

Overview 

Desain 

Jujur, aku yang sehari-hari memakai laptop Thinkpad X220, pertama kali melihat Lenovo Thinkpad X240 tampak sangat fresh dan modern. Desain X220 dengan X230 memiliki basis yang sama, bahkan sparepartnya pun bisa saling tukar. Namun berbeda dengan X230 dengan X240. Meskipun terpisahkan hanya satu generasi, perbedaan desain bak langit dan bumi. Kalau kalian melihat Thinkpad X230, pasti yang terlintas di benak kita adalah sebuah laptop tua, usang, dan obsolete. Berbeda dengan X240, mungkin akan beranggapan bahwa laptop ini merupakan laptop modern yang baru saja dirilis di hari-hari kemarin. Wajar, era disaat Lenovo Thinkpad X240 dirilis merupakan era dimana konsep ultrabook sedang gencar digaungkan. 

Desain Lenovo Thinkpad X240 yang menipis bukan berarti material bodi laptop ini pun turut menipis. Tbh, bila dibandingkan dengan generasi sebelumnya, feeling disaat memegang laptop ini terasa lebih padat dan premium, layaknya laptop-laptop mahal yang sebenarnya. Mungkin dikarenakan desain bodi yang lebih tipis sehingga komponen-komponen di dalamnya pun lebih padat.

Perubahan desain lainnya dari Thinkpad generasi ini adalah lenyapnya tiga tombol Trackpoint dan Thinklight. Tombol Trackpoint yang menghilang membuat Touchpad laptop jauh lebih luas dari generasi-generasi sebelumnya. Touchpad yang luas memang memberikan benefit kenyamanan lebih disaat menggerakan kursor. Namun apabila Anda lebih prefer menggunakan Trackpointnya Thinkpad, absennya tiga tombol tersebut membuat pemakaian Trackpoint sangat tidak nyaman, terutama disaat mengklik. Sebenarnya ketiga tombol tersebut tidak dihilangkan, melainkan hanya diintegrasikan dengan papan Touchpad. Namun, tombol yang terintegrasi tersebut menyebabkan pengoperasian tombol menjadi kurang nyaman. 

Tiga tombol Trackpoint terintegrasi dengan Touchpad

Satu lagi fitur ikonik Thinkpad yang absen adalah Thinklight. Tak bisa lagi menatap keyboard disaat kondisi gelap, kecuali X240-nya dilengkapi keyboard backlight. Ya, X240 tersedia varian keyboard backlight dan non-backlight. Varian keyboard non-backlight akan lebih sering Anda temukan di pasaran laptop second. Namun Anda dapat menggantinya ke keyboard dengan backlight kalau misalkan fitur tersebut sangat diperlukan untuk Anda. 

Era modernisasi seri Thinkpad juga diikuti dengan hilangnya lampu-lampu indikator yang selama ini turut menghiasi seri-seri Thinkpad. Jika menilik seri-seri Thinkpad sebelumnya, terdapat banyak lampu-lampu indikator yang seolah-olah memberikan komunikasi tersendiri ke penggunanya, seperti indikator hard disk, Wi-Fi, bluetooth, bahkan indikator baterai dan sleep di cover belakang laptop. Namun semua lampu yang kerlap-kerlip tersebut lenyap tergerus era modernisasi yang mulai berkiblat ke konsep Ultrabook, menyisakan secuil lampu power yang ada di.... ya tombol power. Hilangnya indikator tersebut memang memberikan kesan desain laptop yang cleanish, namun menurutku membuat tampilan laptop menjadi agak membosankan. 

Lenovo sedikit memberikan sentuhan di bagian cover belakang laptop. Di tulisan Thinkpad, titik merah huruf 'i' akan memendarkan setitik cahaya berwarna merah. Cukup menjadi indikator bahwa the real business thing is on the work

Secuil lampu merah di Huruf 'i' akan menyala disaat laptop digunakan

Konektivitas 

Masalah konektivitas? Meskipun desain X240 berkiblat ke konsep Ultrabook, tetapi port-port yang disediakan tak pelit layaknya Ultrabook. Hanya saja port USB hanya berjumlah dua port yang keduanya telah menggunakan teknologi USB 3.0. Belum ada port modern berkecepatan tinggi seperti Thunderbolt, mengingat laptop ini termasuk laptop lawas. 

Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa laptop ini tak ada port HDMI layaknya laptop-laptop modern saat ini? Jika kita perhatikan lebih lanjut, koneksi display digital pada laptop ini menggunakan mini Display Port yang terletak di bagian kiri laptop, tepat di sebelah port USB. Sehingga Anda memerlukan dongle mini Display Port to HDMI apabila Anda perlu menghubungkan laptop ke proyektor/monitor yang menggunakan koneksi HDMI. 

Port-port pada Lenovo Thinkpad X240

Untuk konektivitas nirkabel, disediakan Wi-Fi 802.11 b/g/n atau Dual Band 802.11 ac (tergantung varian), Bluetooth 4.0, dan ada beberapa juga dilengkapi WWAN 4G LTE, sehingga Anda tetap terhubung ke internet meskipun tanpa jangkauan Wi-Fi. 

Spesifikasi 

Bagaimana spesifikasi Lenovo Thinkpad X240 yang aku review kali ini?

CPU : Intel Core i3-4010U@1.7 Ghz
RAM : 4 GB DDR3L Single Channel
Storage : 120 GB SSD + 500 GB HDD
Display : 1366x768 TN Display

Di pasaran mungkin Anda lebih sering menemukan X240 berprosesor Intel Core i5. Namun pada kali ini aku menemukan Lenovo Thinkpad X240 yang ditenagai oleh prosesor Intel Core i3. Keduanya merupakan prosesor dual-core yang keduanya juga dilengkapi fitur hyperthreading. Namun apakah akan terasa perbedaan performa di antara kedua prosesor tersebut? Layakkah varian Core i3 untuk dibeli lantaran kecepatan prosesor lebih lambat daripada Core i5 dengan harga yang lebih murah? 

Lenovo Thinkpad X240 berprosesor Intel Core i3 generasi keempat

Performance 

Untuk dapur pacunya, Lenovo Thinkpad X240 mempercayai prosesor Intel generasi keempat yang dikenal dengan codename Haswell. Meskipun prosesor X240 lebih anyar ketimbang X230, namun Lenovo menggunakan lini prosesor Ultra Low Voltage. Memang penggunaan daya laptop menjadi lebih sedikit, namun Anda harus mengorbankan kecepatan prosesor yang berjalan lebih lambat. Efisiensi penggunaan daya pada prosesor Haswell belum memberikan peningkatan yang signifikan apabila dibandingkan dengan seri prosesor sebelumnya, yaitu Ivy Bridge. Jadi, meskipun Lenovo Thinkpad X240 memiliki prosesor yang lebih baru ketimbang seri sebelumnya, prosesor Haswell Ultra Low Voltage 15 W belum mampu menyaingi kecepatan prosesor Ivy Bridge Mobile 35 W yang terpasang di X230. 

Keuntungan menggunakan prosesor hemat daya ini adalah laptop mampu berjalan tanpa dicas dalam jangka waktu yang lama, sehingga Anda tak perlu cemas kehabisan daya disaat melakukan pekerjaan di lingkungan tanpa akses listrik. Namun pada kenyataannya, unit yang aku uji ini hanya mampu bertahan selama 90 menit saja dengan workflow sekedar browsing-browsing ringan dan mengetik dokumen. Padahal Lenovo Thinkpad X240 digadang-gadang sebagai Ultrabook dengan daya tahan baterai terbaik, yang mampu bertahan hingga 10 jam lebih. Wajar, namanya laptop bekas yang tentunya semakin berjalan waktu, kemampuan baterai menyimpan daya akan semakin berkurang. 

Satu hal yang aku suka dari Lenovo Thinkpad X240 varian Core i3 ini adalah laptop akan terasa adem walaupun diajak bekerja yang berat-berat. Dari hasil CPU stress test selama 30 menit pun suhu prosesor nangkring di angka 70 °C dengan kipas prosesor yang 'barely spinning'. Jadi Anda tak perlu mencemaskan laptop ini akan mengalami throttling, atau bahkan mengalami overheat yang lama-kelamaan dapat merusak laptop. 

Upgrability 

Upgrade merupakan sebuah solusi terbaik meningkatkan performa laptop kesayangan kita tanpa harus membeli unit yang baru. Apakah Lenovo Thinkpad X240 tetap mempertahankan kemudahan upgrade dan servis layaknya seri-seri pendahulunya? 

Jawabannya, nope! Seri Thinkpad sebelumnya yang memiliki baut-baut penutup masing-masing komponen (seperti hard disk dan RAM), kini Anda mesti membuka seluruh cover bagian bawah laptop layaknya laptop-laptop modern saat ini. Tantangan terbesar disaat membuka cover bawah tersebut disaat Anda harus mencongkel di sela-sela laptop agar cover dapat terbuka. Kalau tidak berpengalaman, bisa-bisa sisi laptop bakal gompel, bahkan berpotensi mematahkan klip plastik penahan cover

Mimpi buruk tersebut harus Anda lanjutkan disaat mengetahui bahwa Lenovo Thinkpad X240 hanya memiliki satu slot RAM! Ya, satu slot saja, tidak ada opsi dual channel buat laptop ini. Jadi, Anda mesti mengganti RAM yang lama dengan kapasitas yang lebih besar ketika Anda ingin mengupgrade RAM laptop ini. Slot RAM yang cuma sebiji membuat kapasitas RAM maksimum yang didukung oleh laptop ini hanya sebesar 8 GB saja. Memang di pasaran ada opsi sekeping RAM DDR3 berkapasitas 16 GB. Namun menurut laporan para netizen, chipset X240 tidak mendukung per keping RAM sebesar 16 GB. 

Untuk urusan penyimpanan, disediakan satu slot SATA yang dikhususkan untuk hard disk atau SSD SATA 2.5”. Masih kurang? Terdapat slot M.2 SATA yang dapat Anda isi dengan SSD M.2 2242. Yaps, M.2 ukuran 2242, yang pendek, bukan M.2 2280 yang mudah kita dapatkan di pasaran. Lenovo Thinkpad X240 unitku ini pun sudah menggunakan konfigurasi dual storage, dengan memercayai SSD M.2 2242 dari Kingspec berkapasitas 120 GB, khusus untuk menempatkan sistem operasi Windows 10. Hasilnya? Laptop jauh lebih responsif ketimbang di saat masih menggunakan hard disk bawaannya. 

Masalah upgrade fitur kecil-kecil dan tetek-bengeknya, ya namanya seri Thinkpad-lah, yang mana terdiri dari berbagai macam konfigurasi, mulai dari yang biasa-biasa saja hingga paling premium, sehingga tiap-tiap komponen tersebut bisa ditukarkan dengan yang lebih baik. Misal, ingin laptopnya punya backlight keyboard? Tinggal belikan saja keyboard yang sesuai yang memiliki backlight. Kepingin layarnya lebih jernih? Coba opsikan untuk menggantinya dengan layar tipe IPS, atau bahkan Anda dapat naik kelas ke resolusi 1920x1080 karena X240 sendiri tersedia varian berlayar IPS Full HD. Semuanya tinggal plug and play! Khawatir akan tidak kompatibel? Anda bisa mengunduh PDF HMM Lenovo Thinkpad X240 yang dapat ditemukan di Google dengan mudah. Di sana akan tersedia seluruh daftar part-part untuk X240 sesuai masing-masing nomor seri FRU-nya. Or you can simply ask people on the internet forum. Even better just join Thinkpad community

Ngomong-ngomong tentang baterai, ternyata baterai Lenovo Thinkpad X240 juga dapat diupgrade. Saat dipasarkan laptop ini memang tersedia dua varian baterai dengan kapasitas yang berbeda, yaitu 3 cells dan 6 cells. Jika laptop X240-nya kini memiliki baterai 3 cells, Anda dapat menggantinya dengan kapasitas yang lebih besar demi mendapatkan daya tahan baterai lebih lama, tanpa perlu bolak-balik ngecas laptop. Masih kurang? Ternyata X240 bisa ditambahkan baterai internal 3 cells. Ya, Lenovo memberi pembaruan di laptopnya ini dengan sistem dual battery. Konfigurasi dual battery ini ditujukan apabila kondisi baterai laptop akan habis sedangkan Anda memiliki baterai lain yang masih berisi, Anda dapat mengganti baterai yang habis tersebut dengan yang lain tanpa perlu mematikan laptop. Selain laptopnya memiliki kemampuan mengganti baterai secara hot swap, daya tahan baterai akan lebih lama berkat pasokan daya tambahan dari baterai internal. 

Daily Usage 

Fitur 

Sebelum berbicara mengenai 'daily usability' laptop  ini, ada beberapa fitur yang ingin aku garis bawahi, yang dapat menjadi alasan utama mengapa para enthusiast agak kurang sreg dengan Thinkpad seri ini. Alasan utamanya adalah fitur-fitur ikonik Thinkpad yang kini mulai dihilangkan. Salah satunya Thinklight, sebuah lampu kecil yang menyinari keyboard yang akan membantu kita agar tetap dapat melanjutkan pekerjaan meskipun di kondisi ruangan yang gelap. 

Kesalahan fatal lainnya yang telah dilakukan Lenovo adalah menghilangkan tiga tombol fisik untuk navigasi Trackpoint. Menghilangnya tombol-tombol tersebut menuai kritikan pedas dari para pecinta Thinkpad, sehingga Lenovo mengembalikan ketiga tombol tersebut di seri selanjutnya. Namun apabila Anda orangnya yang tidak mempedulikan kontrol navigasi berwarna merah yang ada di tengah-tengah keyboard tersebut, hilangnya tiga tombol Trackpoint tersebut tak akan menjadi masalah bagi Anda. Tetapi, jika Anda ingin mempertahankan desain klasik di seri X240 ini, Anda dapat mengganti palm rest laptop ini dengan miliknya Thinkpad X250 agar ketiga tombol Trackpoint tersebut hadir di X240 milik Anda. 

Daily Usage 

Jika ditanya masalah daily usability laptop 3 jutaan yang telah berumur kurang lebih 7 tahunan ini, Lenovo Thinkpad X240 masih dapat diandalkan untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan ringan sehari-hari Anda. Meskipun X240 yang aku review ini hanya bermodalkan prosesor Intel Core i3 generasi keempat, masih sanggup meladeni seluruh pekerjaan ringan kita, seperti mengetik, internetan, dan streaming video di platform Youtube. Namun ada kalanya CPU Usage dari si Core i3 ini mentok di 100%, terutama disaat Windows sedang sibuk-sibuknya update. Walau demikian, tidak membuat performa si laptop turun secara signifikan, apalagi laptop ini sudah diupgrade dengan SSD M.2 2242 yang turut membantu responsivitas si laptop. 

Seperti yang telah aku sebutkan sebelumnya, keuntungan menggunakan prosesor Ultra Low Voltage, apalagi seri Intel Core i3 ini adalah suhu laptop menjadi cenderung adem. Dipakai mengetik, meskipun prosesor cenderung sedang bekerja keras, tangan tidak terasa panas. Dari lubang pendingin laptop pun tidak terasa uap panas. Ini disebabkan pada dasarnya si prosesor hanya menggunakan daya yang sedikit, sehingga panas yang dihasilkan pun tidak seberapa. Salah satu keuntungan dari prosesor yang adem ini adalah kipas pendingin laptop yang jarang sekali terdengar berputar kencang. Hal ini dikarenakan pada dasarnya sistem pendingin X240 mampu meladeni prosesor yang lebih "power hungry", seperti Intel Core i7 misalnya. Jadi, say goodbye kepada desisan kipas laptop yang berisik. 

Kalau berbicara masalah peripheral input si laptop, di bagian touchpad telah mengalami peningkatan yang jauh lebih baik ketimbang dari seri sebelumnya. Selain ukuran touchpad X240 lebih lebar daripada X230, aku merasa touchpad X240 jauh lebih nyaman digunakan daripada seri pendahulunya. Navigasi sana-sini terasa lebih presisi ketimbang seri sebelumnya, walaupun belum sesempurna layaknya touchpad milik Macbook. 


Di bagian keyboard, to be honest aku agak kurang sreg dengan feeling keyboardnya. It’s not the worst laptop keyboard on the market, sebab masih banyak sederet laptop-laptop yang keyboardnya lebih buruk ketimbang milik X240. Tetapi untuk menyandang nama 'Thinkpad', Lenovo could do better than this. Mungkinkah ini dikarenakan akunya yang sudah "setangan" dengan Thinkpad X220 yang 7-row keyboard yang terkenal dengan kenyamanannya itu? Atau dasar si penulis saja yang kurang menyukai modernisasi Lenovo di seri Thinkpadnya :p.  But for most people, keyboard milik Lenovo Thinkpad X240 termasuk nyaman digunakan, ditambah palm rest yang cukup lebar meskipun dimensi laptopnya yang tergolong kecil. 

Kesimpulan 

Apakah Lenovo Thinkpad X240 layak diperimbangkan untuk dibeli meskipun membawa seabrek kekurangan-kekurangan yang dimilikinya? In my opinion, hal tersebut tergantung rencana penggunaan laptop tersebut. Jika penggunaannya hanya untuk kebutuhan yang ringan-ringan, Lenovo Thinkpad X240 masih cukup mumpuni. Seri prosesor Core i3-nya pun masih menyanggupi segala kebutuhan komputasi ringan sehari-hari. Ukurannya yang kecil, ringan, hemat daya, dan memiliki banyak opsi upgrade di sektor baterai yang membuat laptop ini cocok menemani Anda saat kerja mobile. 

Namun apabila Anda ingin laptop kecil nan ringan yang bisa sedikit digenjot untuk pekerjaan yang “agak berat”, jelas seri X240 bukan pilihan yang bijak. Selain prosesor Haswell 15 W belum mampu menandingi kecepatan Ivy Bridge mobile 35 W yang menjadi otaknya Thinkpad X-series pendahulunya, slot RAM yang hanya satu jelas sangat membatasi upgradibility dalam sektor RAM. Jika pekerjaan Anda nantinya memerlukan RAM lebih dari 8 GB, jelas Lenovo Thinkpad X240 bukan pilihan yang cocok buat Anda. Lantas bagaimana solusinya? Ada baiknya Anda mengambil seri Thinkpad X pendahulunya, yaitu X230. Meskipun satu generasi lebih lawas, kecepatan prosesor Lenovo Thinkpad X230 jauh lebih kencang ketimbang miliknya X240, dan juga Thinkpad X230 memiliki dua slot RAM yang bisa Anda maksimalkan hingga total 16 GB. 


Lantas jika si laptop nantinya akan dipakai yang “ringan-ringan”, berarti Lenovo Thinkpad X240 worth to buy dong? Menurutku tidak juga. Jika dihitung dari segi price to performance, Lenovo Thinkpad X230 masih menjadi pilihan yang lebih baik untuk laptop bekas kisaran harga 2-3 jutaan. Harga Thinkpad X230 lebih murah daripada Thinkpad X240, namun memiliki prosesor yang lebih kencang dan mendukung RAM hingga 16 GB. Tetapi jika Anda tak menyukai bahasa desain si X230 yang kelihatan kuno dan mengejar battery life yang panjang layaknya X240, mungkin ada baiknya Anda mempertimbangkan si penerusnya saja, yaitu Lenovo Thinkpad X250. Mengapa demikian? 

Kalau aku perhatikan di marketplace, harga X240 dan X250 tidak terlalu jauh perbedaannya. Kedua seri tersebut pun bisa dikatakan sebelas-dua belas mirip karena keduanya berbasis yang sama, sehingga segala fitur yang dimiliki X240 pun ada di X250. Lenovo Thinkpad X250 jelas memiliki prosesor yang lebih cepat daripada X240 karena telah menggunakan prosesor yang lebih baru, yaitu Intel Broadwell. Dan kabarnya juga, meskipun X250 masih menganut satu slot RAM, kabarnya laptop tersebut mendukung satu keping RAM DDR3 16 GB (walaupun RAM DDR3 16 GB sekeping sangat langka di pasaran). Jika memang Thinkpad X250 akan menjadi bahan pertimbangan Anda untuk dibeli, pastikan prosesor yang dipakai adalah prosesor Intel Core i3/i5/i7 generasi kelima, karena ada beberapa Thinkpad X250 yang masih menggunakan prosesor Intel Core generasi keempat. Ya, semuanya balik lagi ke pilihan Anda. Jika memang Lenovo Thinkpad X240 sangat pas dengan kriteria Anda, tak ada salahnya buat memboyong laptop tersebut. It’s still a decent laptop

Kelebihan Lenovo Thinkpad X240

  • Support dual battery 
  • Desain lebih fresh dan modern dibandingkan pendahulunya 

Kekurangan Lenovo Thinkpad X240

  • Slot RAM hanya satu. 
  • Prosesor Intel Haswell ULV lebih lambat daripada pendahulunya, yaitu Thinkpad X230 
  • Tidak ada tombol Trackpoint 

bm

Nemo enim ipsam voluptatem quia voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores eos qui ratione voluptatem sequi nesciunt.

2 comments

  1. Hmm, ku secara pribadi kurang tertarik sama thinkpad gini sih. Menang di murah menurutku, tapi karena makin hari kebutuhan aplikasi di laptop makin macho, nggak yakin thinkpad ini bisa memenuhi kebutuhan. Jangankan thinkpad, duitku saja ngga bisa memenuhi :(

    BalasHapus
  2. laptop baru lagi awak dan?
    ayy laju pengen beli thinkpad. tapi katek duit :((

    BalasHapus
ads
avatar
Admin THE-Mangcoy Online
Welcome to THE-Mangcoy theme